Meski Bukan Prioritas, RTH Masuk Pengelolaan Tata Ruang

325

GEDONGTATAAN – Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berada di lapangan Sidototo Desa Kebagusan Kecamatan Gedongtataan dilaksanakan dalam dua tahap. Saat ini tahap pertama pembangunan RTH sedang dilaksanakan.

“Kalau RTH ini dua tahap, dulu kan saya minta sama gubernur anggaran awalnya Rp 4,5 miliar. Tapi kalau tidak salah diakomodir provinsi hampir dua milyar,” ungkap Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat meninjau RTH Sidototo Kamis (22/11) lalu.

Menurutnya, selain itu melalui APBD Kabupaten Pesawaran TA 2018 juga dianggarkan sebesar Rp 500 juta. Tidak hanya mengandalkan APBD Provinsi dan Kabupaten Pesawaran saja, pihaknya akan menggandeng perusahaan untuk sharing bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Ada juga nanti bantuan yang dikelola dari forum CSR. Fasilitas-fasiltas olahraganya saya minta dari mereka,” ucapnya.

BACA :  Kapolres Kritik Pemerintah Daerah Dalam Tangani Corona

Meskipun lanjut Bupati termuda di Provinsi Lampung ini, RTH bukan masuk dalam pembangunan skala prioritas. Namun RTH merupakan bagian dari pengelolaan tata ruang yang harus tersedia di ibu kota Kabupaten Pesawaran.

“Dan estetika ibu kota harus ada ruang terbuka hijau. Walaupun kita banyak yang masih hijau, tapi harus ada cluster khusus yang bisa digunakan masyarakat,” jelasnya.

Sedangkan lanjut Dendi untuk pembangunan Hortipark di Desa Negerisakti, Gedongtataan akan didukung oleh pemerintah provinsi dan stakeholder.

“Saat ini cluster sudah kita buat, kita mencoba mengajak stakeholder untuk turut berkontribusi. Seperti pemerintah provinsi akan membangun gedung kesenian,” jelasnya.

Untuk pembangunan laboratorium, lanjut ketua Karang Taruna Provinsi ini sudah diusulkan ke Kementerian Pertanian. Dimana mini laboratorium tersebut nantinya tempat masyarakat, petani dan pengunjung hortipark dapat belajar pengolahan biji kakao dari bahan mentah menjadi bahan setengah jadi.

BACA :  Ketua DPRD Minta Pemerintah Daerah Jemput Bola Pengadaan APD

“Disitu (Mini lab) dapat mempelajari pengolahan coklat atau kakau. Mulai dari buah sampai menjadi bubuk atau lemak,” jelasnya.

Menurut politisi Demokrat ini, masih terdapat lahan seluas 4 hektar lagi di lokasi tersebut. Yang nantinya dapat dicluster menjadi beberapa bagian dengan rata-rata luas 5000 meter persegi. Dimana nantinya disetiap lahan seluas 5000 meter tersebut akan ditanami tanaman hortikultura.

“Makanya kita akan gandeng stakeholder. Seperti PLN tempo hari sudah bersedia menanam jeruk BW; sudah itu BRI sebesar Rp 350 juta yang akan dikonversi dalam bentuk tanaman seperti lengkeng. Karena memang konsep yang kita usung, hortipark ini tempat wisata edukasi bagi masyarakat,” pungkasnya. (Esn)