Miskoordinasi, RSJ Dipadati CPNS

63
ILUSTRASI

Kurangnya koordinasi menjadi penyebab membeludaknya pemeriksaan kesehatan CPNS formasi 2019 yang dinyatakan lulus seleksi. Akibatnya terjadi kepadatan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung, Senin (2/11).

 

Direktur RSJ Lampung dr. Ansyori mengatakan, pengumuman hasil seleksi CPNS tersebut dilakukan Jumat sore (30/10). Pihaknya baru mendapat kabar malam harinya.

 

“Kita baru dapat kabar malam harinya. Karena mendadak, kurang koordinasi dengan BKD atau polres terkait pelaksanaan dan pengamanan dalam pemeriksaan kesehatan,” kata dr. Ansyori kepada Radarlampung.co.id, Senin (2/11).

 

Sebenarnya, pihak RSJ sudah siap sejak Sabtu. Namun memang belum ada koordinasi dengan kabupaten/kota.

 

Akibatnya, terjadinya kerumunan peserta yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan jiwa. Namun ini tidak berlangsung lama.

BACA :  UIN RIL Buka 6000 Kuota Mahasiswa Baru

 

Ansyori yang didampingi Kabag Humas David mengungkapkan, pihaknya baru melakukan koordinasi hari ini. Meski sempat terjadi kepadatan, hal ini sudah diantisipasi.

 

“Peserta sempat membeludak dan terjadi pelanggaran protokol kesehatan. Tapi sudah kita antisipasi. Kita bubarkan dan diberikan jadwal. Siang ini tidak ada lagi penumpukkan. Kita benar-benar tidak menduga terjadi hal ini,” tegasnya.

 

Dilanjutkan, untuk peserta yang sudah mendapatkan nomor hari ini, pemeriksaan dibagi hingga Rabu. Masing-masing sebanyak 500 orang. Selanjutnya dibagi per daerah berdasar jadwal yang sudah ditetapkan.

 

Sementara Kabag Humas RSJ Lampung David mengatakan, pendaftaran pemeriksaan kesehatan dimulai pukul 07.30 WIB.

BACA :  Akademisi: Pengangkatan Guru untuk PNS Harus Tetap Ada

 

Peserta harus membawa persyaratan berupa foto kopi KTP sebanyak tiga lembar. “Peserta harus membawa pena hitam dan papan alas saat mengisi formulir,” kata David.

 

Biaya yang ditetapkan sebesar Rp255 ribu untuk pemeriksaan rohani, Rp305 untuk bebas narkoba dan pemeriksaan kesehatan jasmani sebesar Rp30 ribu.

 

“Alur pendaftaran dimulai dari pengambilan nomor antrian dan mengisi formulir di loket pendaftaran. Kemudian diserahkan kembali ke loket pendaftaran dan membayar ke kasir,” urainya.

 

David menegaskan, selama proses pemeriksaan, seluruh peserta harus mematuhi protokol kesehatan. “Tes kesehatan ini dibagi menjadi empat sesi,” urainya. (rnn)