Monitoring Dini Cegah DBD

113
Shofyan Apriyansyah – Rakor Kecamatan Waysulan di balai Desa Purwodadi, Camat Waysulan Munir, SE, himbau seluruh Kades, monitoring dini warga terjangkit DBD, merujuk ke Puskesmas, Kamis (30/1).

WAY SULAN – Antisipasi penyebaran Demam Berdarah Dangue (DBD). Pemerintah Kecamatan Waysulan menghimbau seluruh kepala desa untuk proaktif, memonitoring warga yang terindikasi terjangkit DBD dengan merujuk ke fasilitas kesehatan untuk mendapat perawatan intensif.

Selain itu, Kepala Desa juga diharapkan menggiatkan warganya untuk menerapkan 3M plus dan bersih-bersih lingkungan sekitar.

Camat Waysulan Munir, SE mengatakan, menghadapi musim penghujan, mencegah warga terjangkit DBD, pihaknya, menghimbau kepada seluruh kepala desa, untuk dapat memonitoring warganya yang terindikasi terjangkit DBD, untuk segera di rujuk ke faskes terdekat.

“ Monitoring sejak dini dan merujuk warga terindikasi DBD merupakan langkah awal dalam mencegah menyebarnya penyakit DBD ditengah masyarakat. Tujuanya, agar petugas kesehatan dapat sigap melakukan upaya penaganan di lokus dengan panaganan tepat,” kata Munir saat Rakoor di balai Desa Pamulihan, Kamis (30/1).

Selain itu dia juga menghimbau kepada kepala desa agar menggiatkan warganya untuk melakukan bersih-bersih lingkungan dan menerapkan 3 M plus.

“ Selain itu kepala desa juga harus proaktif mengajak warga bergotong-royong bersih-bersih lingkungan sekitar. Terlebih, sekarang musim hujan, langkah sederhana ini juga merupakan bagian dari pencegahan DBD menjangkit di tengah masyarakat,” harapnya.

Kepala UPT Puskesmas Waysulan Alman, menjelaskan,  tentang gejala yang harus diwaspadai oleh masyarakat adalah terjadinya komplikasi demam berdarah akut atau Dengue Shock Syndrome (DSS) akibat paisen positif DBD terlambat ditangani.

Untuk mencegahnya upaya yang bisa dilakukan adalah, langsung konsultasi ke dokter atau langsung kunjungi Puseksmas terdekat, agar bisa langsung di lakukan diagnosis dan mendapat penaganan yang tepat kepada warga yang terindikasi terjangkit DBD.

“ Upaya yang bisa dilakukan diantarnya, anak usia 9-16 tahun seharusnya di vaksinasi dengue sebanyak tiga kali dengan jarak enama bulan. Kemudian, memberantas sarang nyamuk dengan fogging dengan jarak i minggu,” papar Alman kepada seluruh Kades saat Rakor.

Lalu kata dia, yang harus diperhatikan juga ialah, menerapkan 3M plus di lingkungan tempat tinggal “ serta mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah dan menaburkan bubuk abate pada bak penampungan air yang sulit dikuras,” tambahnya.

Bila upaya pencegahan sudah dilakukan Lanjutnya, namun masih terserang DBD maka disarankan kepada warga untuk segera mendapatkan penaganan sedini mungkin di faskes terdekat.

“ Dengan penaganan sedini mungin akan membantu mencegah munculnya masalah kesehatan DBD yang lebih parah ditengah masyarakat,” imbuhnya.

Rapat Koordinasi oleh Pemerintah Kecamatan Waysulan yang dilaksanakan di balai Desa Pamulihan itu, di hadiri oleh Camat Waysulan Munir, SE, Forkompincam, seluruh Kades, para tokoh dan masyarakat sekitar. (CW2)