Muhammadiyah 6 Mei, NU Tunggu Sidang Isbat

198
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamsel H. Mukhlisin

Penetapan 1 Ramadhan 1440 Hijriah

KALIANDA – Penetapan 1 Ramadhan 1440 Hijriah tinggal menghitung hari. Bila Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal puasa jatuh pada 6 Mei, lain hal dengan Nahdlatul Ulama (NU) yang akan menentukan awal Ramadhan usai sidang isbat 5 Mei mendatang.

Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Lampung Selatan H. Mukhlisin mengatakan, berdasar maklumat PP Muhammadiyah nomor 01/MLM/I.0/E/2019, penetapan ramadhan jatuh pada 6 Mei mendatang.

“ Keputusan itu sudah tetap sesuai maklumat, hal ini tentu berlaku secara nasional bagi Muhammadiyah tak terkecuali di Lampung Selatan,” ujar Mukhlisin kepada Radar Lamsel, Senin (29/4).

Mukhlisin menjelaskan landasan penetapan 1 Ramadhan itu berdasarkan hisab. Itu setelah ijtima’ ulama berdasar perhitungan bulan ketika terbenamnya matahari. Hilal sudah wujud.

BACA :  Rengkuh Penghargaan Turunkan Stunting

“ Kalau Muhammadiyah kan acuannya hisab, bukan hanya ramadhan saja. 1 syawal pun sudah ditetapkan jatuh pada 5 Juni dan ini berlaku secara nasional bagi Muhammadiyah,” kata dia.

Disinggung soal kemungkinan 1 ramadhan tahun ini secara bersamaan? Mukhlisin tak menampik kemungkinan tersebut. Ia bahkan memprediksi ramadhan tahun ini kemungkinan besar akan dimulai bersamaan meski pemerintah baru akan melakukan sidang isbat pada 5 Mei.

“ Kemungkinan bareng. Walaupun sidang isbat baru ditentukan pada 5 Mei tapi insyaallah serentak pada 6 Mei mendatang. Sebab kalau perhitungan sidang isbat selain hisab mereka juga memakai metode rukyatul hilal,” paparnya.

BACA :  Pasien Covid-19 Bertambah 4

Terpisah, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamsel H. Nur Mahfud menegaskan pihaknya mengikuti keputusan pemerintah dalam menetapkan 1 ramadhan.

“ Kita tunggu sidang isbat saja, sidangnya 5 Mei mendatang. Sebab perlu dilihat dulu rukyatul hilal nya sebelum menentukan awal puasa,” ujarnya.

Berbeda dengan Statement Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamsel, Nur Mahfud mengatakan ada kemungkinan awal ramadhan tahun ini berbeda.

“ Kemungkinan berbeda, tetapi kita tunggu saja sidang isbat. Dalam sidang isbat seluruh tokoh serta ormas islam di penjuru tanah air dilibatkan, termasuk Muhammadiyah juga. Rencananya kami juga akan mengutus personil pada sidang isbat bersamaan dengan Kemenag,” tandasnya. (ver)