Musim Gadu Petani Andalkan Waduk

585
Veridial – Salah seorang petani di Desa Sidoasri Kecamatan Candipuro tengah membajak lahan persawhan hadapi musim gadu, Kamis (6/7) kemarin.

CANDIPURO – Ratusan hektar lahan persawahan di Kecamatan Candipuro mulai digarap petani. Musim gadu ini, sejumlah petani masih menggantungkan harapan pada waduk disekitar area perswahan.

Pantauan Radar Lamsel sekitar 200 hektar area persawahan yang terdapat di Desa Sidoasri, Kecamatan Candipuro mulai ditangani oleh petani. Musim gadu yang notabenenya digelar pasca musim rendeng mulai dilakukan dan waduk masih menjadi tumpuan para petani.

Ya mas, sudah setahun terakhir musim tanam tak serentak. Karena melihat kondisi alam yang tak menentu. Kalau tahun ini kami mulai bajak sawah karena melihat debit air waduk yang dirasa cukup,” kata Tri Sutrisno (40) kepada Radar Lamsel usai membajak sawah miliknya di Desa Sidoasri, Kamis (6/7) kemarin.

BACA :  Hore! Stimulus Listrik Gratis Sampai September

Untuk urusan tanam gadu, lanjut Tri dia dan sejumlah petani lainnya sudah mulai membajak lahan pasca lebaran. Meski diakui ia bersama petani lainnya masih menggantungkan nasib pada debit air waduk, sebab harapan pengadaan sumur bor sejauh ini tak menimbulkan efek positif terhadap tanaman padi milik petani.

“Begini mas, kalau sumur bor untuk persawahan disini tak akan cukup untuk mengairi ratusan hektar, ujung-ujungnya waduk masih menjadi tumpuan,” tandasnya.

Saat ditanya apakah persediaan pupuk jelang musim tanam sudah diperhitungkan sebelum menanam? Dia mengaku setiap petani sudah jauh-jauh hari mempersiapkan persediaan pupuk. Pasalnya jika memikirkan pupuk setelah menanam akan kesulitan pada prosesnya.

BACA :  Anggaran Kurang Ancam Nasib Pilkada

“Kami menyiasati sebulan sebelum menanam pupuk sudah ready, kalau tidak akan keteteran mas. Meski cara pengambilan pupuk sudah melalui jalur online tetap harus dipersiapkan sebelum musim tanam,” paparnya.

Dibagian lain, Kepala UPT Pertanian Candipuro Legiyem akan terus memantau proses musim gadu yang berjalan. Sebab, meski masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi petani mau tak mau harus tetap menanam.

“Masih kami pantau terus, harapan sebagian besar petani yang kami tampung adalah perbaikan tanggul penangkis. Karena jika banjir datang lagi, ribuan hektar sawah terancam gagal panen,” tutupnya. (ver)