Musnahkan BB Tiap Tri Wulan

99
Randi Pratama – Kejari Lamsel membakar 3 jenis narkoba dalam acara pemusnahan yang digelar Kamis (5/12/2019).

KALIANDA – Barang bukti narkoba, dan senjata api dimusnahkan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan. Ada tiga jenis narkoba yang dimusnahkan, yaitu ekstasi seberat 11.1795 gram, ganja seberat 12.236,6401 gram, dan sabu seberat 199,9682 gram, berikut dengan alat hisapnya (bong’red) sebanyak 50 paket.

          Sedangkan senjata api yang dimusnahkan sebanyak 8 pucuk, dengan jenis revolver dan FN. Pantauan Radar Lamsel, ketiga jenis narkoba dan alat hisap dimusnahkan dengan cara dibakar. Sementara senjata api serta amunisinya dimusnahkan dengan cara dipotong dengan gerinda oleh anggota Satreskrim Polres Lamsel.

BACA :  SPBU Dapat Teguran Lisan

Pihak Kejari Lampung Selatan menyebut tindak pidana narkoba di wilayah bumi Khagom Mufakat memiliki kualitas yang cukup tinggi. Sehingga berimbas terhadap banyaknya barang bukti yang disita. Korps Adhyaksa ini menegaskan pemusnahan tersebut sebagai bentuk komitmen tegas dalam berperang melawan narkoba.

Selain itu, ancaman hukuman mati kepada penyalah guna narkoba diharapkan mampu meminimalisir tindak pidana narkotika di Lampung Selatan. Sebagaimana imbauan dari Pemerintah RI yang menyatakan perang terhadap narkoba.

Kajari Lampung Selatan, Hutamrin, S.H.,M.H. mengatakan pemusnahan barang bukti tersebut berdasarkan aturan hukum. Hutamrin menyebut jika barang bukti dalam jumlah besar berada di tangan kepolisian. Sedangkan kejaksaan bertugas mengambil sisa barang bukti dari hasil tangkapan yang disisihkan.

BACA :  Selamat Datang Sulpakar!

“Dikumpulkan, kemudian dimusnahkan. Ini hasil tangkapan barang bukti menjelang akhir tahun ini. Setiap tri wulan pemusnahan,” katanya, Kamis (5/12/2019).

Pemusnahan, lanjut Hutamrin, dilakukan bersama pihak Lapas Kelas IIA Kalianda, Polres Lamsel, dan BNNK Lampung Selatan. Hal ini sebagai bentuk transparansi Kejaksaan supaya sejumlah barang bukti itu tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Faktor keamanan, faktor penyimpanan, harus cepat dimusnahkan supaya tidak beredar atau disalahgunakan oleh oknum-oknum,” katanya. (rnd)