Nanang: Bangkitkan Seni Budaya Daerah

246
Diskominfo LS - Grup musik gambus dari Sanggar Seni Mulan Muakhi asuhan Buchori KL, saat tampil di acara malam silaturahmi dan ramahtamah Pemkab Lamsel bersama masyarakat Kecamatan Penengahan, Senin (25/2) malam.

Bidang Kesenian Disparbud Harus Aktif Berbuat

KALIANDA – Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto meminta kepada para generasi muda khusunya para seniman di Lampung Selatan agar membangkitkan kembali seni budaya daerah yang ada.

Sebab menurutnya, kesenian daerah, khususnya seni budaya Lampung merupakan aset budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan, agar tidak lekas punah termakan oleh jaman.

          Permintaan itu disampaikan Nanang, setelah dirinya menyaksikan pertunjukan kesenian tradisional Gambus Lampung yang ditampilkan oleh para seniman musik gambus dari Sanggar Seni Mulan Muakhi asuhan Buchori KL, di acara malam silaturahmi dan ramahtamah bersama masyarakat Kecamatan Penengahan, Senin (25/2) malam.

          Nanang mengatakan, untuk pelestarian seni budaya daerah yang ada ditiap-tiap desa agar tetap eksis, tentunya juga dibutuhkan peran serta dan dukungan dari para tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat. “Ini menjadi tantangan buat kita semua masyarakat Lamsel, terutama para tokoh adat dan pemuda nya. Jangan sampai kebudayaan kita tergerus oleh budaya-budaya dari luar,” kata Nanang Ermanto.

BACA :  PDP Berkurang, ODP Bertambah

          Diapun sempat mencontohkan, seperti halnya Tari Sigekh Pengunten atau Tari Sembah yang sering ditampilkan diacara-acara penting, budaya sekapur sirih (persembahan, red) terkadang sering diganti dengan permen, bukan kapur sirih seperti aslinya.

          “Tari Sembah itu seharusnya menggunakan kapur sirih bukan permen, karena sejarah budayanya pakai kapur sirih, ini contoh kecilnya yang sering dilupakan oleh para pelaku seni disaat menampilkan tari disembah diacara-acara penting,” ungkapnya.

BACA :  Anggaran Corona Rp 16 M Harus Terarah

          Oleh karena itu, agar kesenian budaya daerah apapun itu jenisnya bisa lebih dikenal lebih dalam lagi oleh para generasi muda sekarang ini. Ia pun mengimbau kepada dinas/instansi terkait, agar dapat menggelar pelatihan ataupun diklat tentang seni budaya daerah, baik itu di sanggar seni yang ada ditiap desa, atau sanggar-sanggar seni sekolah.

          “Bila perlu adakan latihan secara bergantian dan terjadwal di Panggung Kesenian Gor Way Handak (GWH). Sehingga keberadaan panggung kesenian dilokasi taman GWH bisa terus terisi oleh kegiatan berkesenian. Ini sudah semestinya menjadi tugas dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamsel, melalui bidang kesenian yang harus aktif berbuat demi kemajuan seni dan budaya daerah di Lampung Selatan,” pungkasnya. (iwn)