Nanang Ermanto Minta Disparbud Gelorakan Seni Musik Daerah

227
Diskominfo LS - Kelompok musik gamelan usia anak-anak tengah beraksi mengiringi penari sigeh pengunten, di acara pembukaan Musrenbang, di Kecamatan Tanjung Sari, Kamis (14/2).

TANJUNG SARI – Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto meminta kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lampung Selatan untuk menggelorakan kesenian musik tradisi daerah, khususnya dikalangan pelajar dan generasi muda dikabupaten gerbang krakatau ini.

          Permintaan itu, disampaikan Nanang Ermanto setelah dirinya menyaksikan penampilan kelompok musik gamelan jawa yang mengiringi kelompok penari sigeh pengunten diacara pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Tanjung Sari, Kamis (14/2).

          Nanang mengatakan, meski dijaman sekarang ini telah banyak berkembang musik modern, tapi sebagai warga negara Indonesia harus tetap mempertahankan dan menjaga kesenian musik tradisional daerah yang merupakan budaya khas Indonesia.

          “Terus terang saya merasa kagum dan bangga dengan kreatifitas yang dimiliki kelompok musik gamelan tadi. Mereka begitu lincahnya memainkan alat musik gamelan yang merupakan kesenian tradisional khas budaya kita (Indonesia, red). Musik tradisi daerah ini merupakan aset budaya kita yang harus tetap dijaga dan dilestarikan. Oleh karena itu saya minta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamsel untuk menggelorakan seni musik tradisional dikabupaten ini,” ujar Nanang Ermanto.

BACA :  Menjaga Nyala Nasionalisme

          Dia menuturkan, musik tradisi daerah, khususnya Lampung harus dibudayakan dikalangan pelajar maupun generasi muda melalui sanggar-sanggar seni sekolah mapun pusat berkesenian yang ada di Lampung Selatan. “Ini tugas Dinas pariwisata dan Dinas Pendidikan untuk sama-sama membangkitkan seni musik daerah lewat pelatihan atau diklat yang digelar di sekolah-sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMP,” tuturnya.

          Nanang berharap, budaya khas Indonesia itu harus terus dijaga dan dilesatarikan dengan cara ditampilkan dalam setiap acara-acara yang digelar, baik ditingkat kecamatan maupun kabupaten, seperti halnya acara musrenbang yang saat ini tengah berlangsung. “Kedepan, jika ada kegiatan seperti ini, upayakan musiknya gamelan asli, jangan dengan kaset. Ini akan lebih enak kedengarannya,” kata Nanang. 

          Sementara itu, Kepala Disparbud Lamsel Yuda Sukmarina mengatakan, untuk program di tahun 2019 ini selain tetap fokus pada rencana pengembangan wisata Lampung Selatan, pihaknya juga telah merencanakan program pembinaan dan pelatihan tentang seni budaya daerah kepada para seniman lokal yang ada di masing-masing sanggar seni di Lampung Selatan.

BACA :  Menjaga Nyala Nasionalisme

          “Untuk kegiatan pembinaan dan pelatihan tentang seni dan budaya daerah akan dimulai pada tahun ini. Khusus untuk pembinaan ke sanggar seni sekolah, kami akan koordinasikan terlebih dahulu dengan Dinas Pendidikan,” ujar Yuda Sukmarina.      

          Menurutnya, tujuan dari pelatihan dan pembinaan bagi para seniman lokal itu adalah, untuk menggali dan mengembangkan serta melestarikan nilai-nilai seni budaya, terutama seni tari dan musik khususnya seni budaya daerah Lampung yang merupakan jati diri serta juga merupakan kekayaan bangsa. “Selain itu juga sebagai ajang penyaluran ide dan bakat seni yang bernilai positif bagi pekerja seni yang ada di kabupaten Lampung Selatan,” katanya.

         Dengan adanya kegiatan pelatihan dan pembinaan bagi para pekerja seni, lanjut Yuda Sukmarina, diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar sesama pekerja seni, sekaligus menimba ilmu, serta menyamakan persepsi dalam berkesenian dan berbudaya. “Tentunya juga untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya dibidang seni dan budaya,” pungkasnya. (iwn)