Nanang Geram, KKP Diam

82

BAKAUHENI – Plt. Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, menilai KKP tidak siap mencegah penyebaran covid-19 di areal Pelabuhan Bakauheni. Politikus PDIP Lamsel dibuat geram dengan tingkah laku instansi kesehatan yang menaungi pelabuhan itu. Padahal KKP bertanggung jawab terhadap kesehatan penumpang di area pelabuhan. Tapi faktanya, KKP belum memiliki persiapan yang memadai dalam upaya pencegahannya.

Hal itu diketahui ketika Nanang bersama Forkopimda Lamsel mengunjungi Pelabuhan Bakauheni, Selasa (24/3/2020). Saat mengecek area penumpang, Nanang bertanya langsung kepada penumpang pejalan kaki yang baru turun dari kapal menuju pintu keluar pelabuhan. Penumpang ini mengaku tidak diperiksa saat di Pelabuhan Merak.

“Ini saya tanya langsung dengan penumpang ya, mereka mengaku tidak dilakukan pemeriksaan kesehatan saat di Pelabuhan Merak,” ujar Nanang.

Sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera dan tempat keluar masuknya orang dan barang dari pulau Jawa ke Sumatera, Nanang mengatakan jangan sampai seolah-olah pemerintah daerah tidak memiliki suatu kepedulian untuk mencegah, memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Jika tidak ada dokter, katakan. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Ini saya liat masih acak-acakan. KKP sama sekali kurang persiapan,” katanya.

Atas dasar itu, Nanang menilai semuanya telah melakukan kecerobohan. Pasalnya, seoorang supir truk asal Bengkulu, dari perjalanan Cirebon terus ke Jakarta selanjutnya menyeberang melewati Pelabuhan Bakauheni, tengah berada di Rumah Sakit Bob Bazar. Supir ini masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Ini bahaya jika pihak pelabuhan tidak maksimal dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona,” ujarnya.

Tidak hanya menyoroti ketidaksiapan KKP dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona, Nanang bersama jajaran Forkopimda juga mengkritisi kurang maksimal menyiapkan langkah-langkah upaya pencegahan covid-19. Padahal virus ini sudah mewabah di berbagai daerah di Indonesia.

Fakta bobrok lainnya terungkap saat Forkopimda Lamsel mengunjungi dermaga eksekutif. Tidak ada petugas seperti dokter maupun perawat jika sewaktu-waktu ada orang yang terinfeksi virus mematikan tersebut. Ruang isolasi yang dipersiapkan juga jauh dari kata memadai. Bahkan, tempat tidur yang berada di ruang isolasi terlihat sudah berkarat.

“Saya meminta kita semua ada kepedulian. Jangan sampai seperti orang dari Jakarta maupun orang-orang yang berasal dari daerah lain yang sudah terjangkit, melewati Bakauheni tidak diperiksa. Kita harus segera melakukan tindakan nyata. Jangan banyak-banyak rapat. Kita sekarang perlu aksi cepat. Koordinasi tanpa aksi percuma, Bos,” kata Nanang.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kalianda, Hutamrin, S.H.,M.H menyarankan kepada pihak ASDP maupun KKP untuk membuat lorong penyemprotan disinfektan secara sederhana bagi kendaraan maupun penumpang pejalan kaki.

“Buatkan lorong penyemprotan untuk kendaraan maupun orang. Dengan dana yang tersedia, segera dilakukan. Itu standar yang paling sederhana untuk pencegahan,” ujarnya.

Dilain pihak, Kapolres Lampung Selatan, AKBP. Edi Purnomo, S.IK meminta pada jajaran ASDP maupun KKP untuk lebih terbuka menyampaikan kekurangan yang ada.

“Apa yang tidak siap disini, katakan. Inilah gunanya kita berkoordinasi agar dapat saling menutupi kekurangan. Mari kita bergotong-royong, bersama-sama mencegah serta memutus mata rantai penyebaran virus corona,” ujarnya.

Sedangkan Dandim 0421, Letkol. Kav. Robinson Oktovianus Bessie, meminta masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi wabah virus corona. Semua pihak harus memperhatikan kesehatan diri masing-masing.

Kita semua harus bekerja sama untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona disease (COVID-19). Dan jangan lupa berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk selalu diberikan kesehatan dan wabah ini segera berakhir,” katanya. (rnd)