Nanang Minta IBI Jaga Eksistensi

58

KALIANDA – Plt. Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto berpesan kepada para bidan se Lampung Selatan untuk konsisten memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat. Utamanya dalam menekan angka kematian ibu melahirkan.

Itu diungkap saat menghadiri sidang ilmiah pengukuhan bidan delima Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Lampung Selatan, di Gor Way Handak, Kamis (23/1).

“Bidan desa bisa memanfaatkan dan menempati Poskesdes sebagai fasilitas pemerintah untuk kelancaran kepada masyarakat, sehingga bidan dapat lebih nyaman melayani masyarakat. Hal ini mengingat profesi bidan merupakan ujung tombak keberhasilan pencapaian target dari Dinas Kesehatan utamanya dalam menekan angka kematian terhadap ibu melahirkan,” ucapnya.

Nanang Ermanto mengungkapkan, kegiatan seperti ini merupakan sarana untuk menjaga eksistensi IBI melalui konsolidasi organisasi. “Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat untuk saling bertukar informasi tentang kesehatan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Dalam agenda tersebut terungkap bahwa selama ini IBI Lamsel harus menyewa kendaraan untuk operasional mereka. Hal ini langsung ditanggapi Politisi PDI Perjuangan Lampung Selatan yang menginstruksikan jajarannya memberi kendaraan dinas agar IBI tak lagi menyewa kendaraan hanya untuk operasional.

“Kendaraan operasional untuk kegiatan IBI Lamsel, besok akan dikasih. Nanti dicek dulu ya Pak Thamrin (Pj. Sekda Lamsel),” ujar Nanang memberi isyarat kepata Thamrin.

BACA :  Pembunuh Agung Dihukum 8 Tahun Penjara

Ketua IBI Lampung Selatan, Dwi Supraptiningsih menjelaskan, saat ini di Lampung Selatan sendiri terdapat sekitar 1.084 bidan, 672 diantaranya berstatus PNS, 12 bidan THLS, 384 TKS dan 16 bidan praktek mandiri.

“Hari ini dikukuhkan sebanyak 69 orang bidan delima yang telah mencapai standar pelayanan. Karena jumlah seluruh bidan delima di Lamsel berjumlah 141 bidan delima dan InsyaAllah terbanyak di Lampung,” katanya.

Ranting IBI Lamsel sendiri berjumlah 17 ranting kecamatan, akan tetapi untuk mempermudah akses, pihaknya telah menambah 2 ranting yaitu ranting Bumi Daya dan ranting Karang Anyar.

“Periode seanjutnya untuk lebih mempermudah lagi akses, kami akan sesuaikan dengan jumlah puskesmas yang ada di Lamsel yaitu sebanyak 26 ranting,” terangnya.

IBI Lamsel sendiri saat ini berupaya menghadapi tantangan dibidang kesehatan, terutama penurunan angka kematian ibu dan bayi. Lalu, sebagai tenaga kesehatan, orientasi bidan adalah masyarakat mendapat pelayanan terbaik dan berkualitas.

“Saat ini lebih dari 80 persen persalinan di Lamsel ditolong oleh bidan. Namun, bidan akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan pembangunan di bidang kesehatan,” lanjutnya.

BACA :  Gaji Guru Honor Bisa Naik Tapi Tak Seragam

Oleh sebab itu, pihaknya banyak berharap kepada pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan bidan, karena bidan memiliki peranan penting dibidang kesehatan.

“Kami saat ini terkendala alat transportasi roda 4 yang selama ini hanya menyewa. Lalu TKS mohon diperhatikan pengangkatan dan tunjangan serta pusat pelatihan yang masih kurang di Lamsel,” pungkasnya.

Ketua IBI Provinsi Lampung, Mery Destianty mengatakan, pengukuhan tersebut dimaksudkan sebagai wujud kepedulian terhadap para bidan yang ada di Lamsel.

“Kami tidak henti meningkatkan mutu kualitas, sistem standarisasi sesuai standar dan etik profesi. 43 persen bidan di Lamsel, pelayanannya sudah berstandar nasional,” kata dia.

Jumlah tersebut menurutnya, merupakan yang terbanyak saat ini di Provinsi Lampung. Bahkan, ada 4 Kabupaten/kota yang tidak memiliki bidan delima.

“Untuk mencapai ini bukan hal mudah, tapi standar pelayanan masyarakat yang harus bisa tercapai. Harapannya, semua bidan mandiri bisa mencapai bidan delima. Mohon diperhatikan untuk pengangkatan, melalui ASN maupun P3K diutamakan yang mengabdi sebagai TKS,” pungkasnya. (red)

BAGIKAN