Nanang Minta Santri Tekan Konflik di Masyarakat

320

Momentum Peringatan Hari Santri Nasional 2018

KALIANDA – Masyarakat Tanah Air memperingati Hari Santri Nasional, Senin (22/10). Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini merupakan yang ke IV tahun setelah ditetapkannya Hari Santri Nasional oleh Presiden RI Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang mengatur tentang Penetapan Hari Santri Nasional yang dideklarasikan oleh Presiden Jokowi di Masjid Istiqlal, Jakarta pada 22 Oktober 2015.

Banyak doa dan harapan yang disampaikan para santri di seluruh Indonesia pada peringatan Hari Santri Nasional. Tak terkecuali para santri dari berbagai pondok pesantren diwilayah Kabupaten Lampung Selatan yang juga memperingati Hari Santri Nasional dengan menggelar upacara bersama ASN lingkup Pemkab Lamsel serta para pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTSn,) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), di Lapangan Korpri Pemkab Lampung Selatan.

Hari Santri Nasional tahun 2018 ini mengambil tema

“Bersama Santri, Damailah Negeri”, yang merupakan babak baru dalam sejarah umat Islam di Indonesia. Peringatan hari santri ini juga merupakan wujud relasi harmoni antara pemerintah dan umat Islam, khususnya bagi kalangan kaum santri.

BACA :  Truk Terbakar di Jalinsum Desa Kuripan

Pada kesempatan itu, Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto selaku inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional dikabupaten Lampung Selatan menyampaikan, melalui momentum peringatan Hari Santri Nasional yang mengangkat tema “Bersama Santri Damailah Negeri”, diharapkan mendapat respon dari para santri yang ada di Indonesia.

Karena, semua pasti tahu bahwa kondisi bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi berbagai persoalan,  seperti maraknya hoaks,  ujaran kebencian, polarisasi simpatisan politik,  propaganda kekerasan, hingga terorisme.

“Mudah-mudahan semua persoalan tersebut dapat diantisipasi oleh para santri demi terwujudnya kedamaian di negeri ini. Dengan karakter kalangan pesantren yang moderat,  toleran,  dan komitmen cinta tanah air,  diharapkan para santri semakin vokal untuk menyuarakan dan meneladankan hidup yang damai,” kata Nanang Ermanto.

Nanang berharap, dengan diperingatinya hari santri ini,  para santri dapat lebih semangat lagi dalam menekan lahirnya konflik ditengah-tengah masyarakat. “Hampir disemua daerah di Indonesia,  bahkan hingga pelosok negeri, khususnya di Kabupaten Lampung Selatan ada pondok pesantren. Oleh karena itu, marilah kita sama-sama menebar kedamaian yang bisa kita lakukan kapanpun,  dimanapun, dan kepada siapapun,” ajak Nanang Ermanto.

BACA :  Pasal Corona: Tugas Desa Makin Berat

Sementara itu,  Ketua PCNU Lampung Selatan KH. Mahfudz Attijani mengungkapkan, dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, itu bukan berarti pemerintah mau mengkebiri umat islam, atau juga mengkebiri semua pondok pesantren di Indonesia. “Adanya hari santri ini menjadi salah satu bukti bahwa pemerintah sangat perhatian dengan umat islam, dan juga semua kalangan yang ada di pondok pesantren,” ungkapn KH. Mahfudz.
“Oleh karena itu, dengan diperingatinya hari santri ini, diharapkan  para santri dapat semakin menumbuhkembangkan cinta tanah air Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berazaskan Pancasila,” pungkasnya. (iwn)