Nanang: Saya dan Istri Tidak Punya Akun Facebook!

337
Diskominfo LS - Plt. Bupati Lamsel Nanang Ermanto memimpin kegiatan apel bulanan Pemkab Lamsel, dilapangan Korpri, Pemkab Lamsel, Senin (1/4) kemarin.

KALIANDA – Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mulai angkat bicara terakait adanya oknum yang membuat akun Facebook  mengatasnamakan dirinya dan juga istrinya Winarni.

          Nanang menyatakan secara tegas, bahwa baik dirinya maupun istrinya sampai saat ini tidak memiliki satupun akun Facebook seperti yang saat ini sedang ramai menghiasi di media sosial (Medsos) tersebut.

          Pernyataan itu disampaikan Nanang saat memberikan sambutan diacara apel bulanan Pemkab Lampung Selatan yang berlangsung, di Lapangan Korpri Pemkab setempat, Senin (1/4) kemarin.

          “Saya sampaikan kepada semua, bahwa saya dan istri tidak pernah punya Facebook. Jadi saya tegaskan, kalau akun facebook yang ada dan mengatasnamakan saya dan istri, itu adalah akun palsu. Jadi saya minta para pejabat dan PNS, serta masyarakat jangan mau dibujuk rayu dengan segala tindakan yang dilakukan oleh okum yang menggunakan akun palsu tersebut,” tegas Nanang Ermanto.

BACA :  ’Miskoordinasi’ KPU - Disdukcapil

          Nanang menuturkan, akun facebook palsu tersebut sepertinya memang sengaja dibuat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Ia menduga, hal itu dilakukan untuk melakukan penipuan, sekaligus menjatuhkan nama baik dirinya selaku kepala daerah dikabupaten gerbang krakatau ini.

          “Sudah tiga hari ini beredar akun itu. Bahkan ada yang sudah sempat ditelepon dimintai uang Rp15 juta bila ingin menjadi kepala sekolah. Itu mengatasnamankan saya dan istri. Oknum itu menjaring mangsanya dengan cara menawarkan dan menjanjikan jabatan dengan syarat si korban memberikan uang, itu disampaikan oleh pengguna akun palsu tersebut lewat pesan inbox facebook,” terangnya.

BACA :  SPBU Dapat Teguran Lisan

          Untuk itu, Nanang menegaskan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pegawai maupun masyarakat Lampung Selatan untuk tidak mudah percaya akun Facebook maupun media sosial lainnya yang menjurus kepada jual beli jabatan dan merusak nama baik pemerintah daerah.

          “Kalau ada jual beli jabatan, itu bohong. Kalau ada SMS atau WhatsApp seperti itu abaikan saja, bila perlu dipancing dan ajak ketemuan, lalu tangkap dan serahkan ke polisi,” pungkasnya. (iwn)