Nanang Tekan Sekolah Ajarkan Mulok Sarat Budaya

110
Diskominfi LS - Plt. Bupati Lamsel H Nanang Ermanto bersama Istri Hj Winarni saat disambut menggunakan kereta khas lampung milik Nago Sakti Muara Putih saat menuju tempat pelantikan kades di Desa Negara Ratu, Selasa (3/9).

Pernah Marah saat Kapur Sirih Sigekh Pengunten Diganti Permen

NATAR – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan menyisipkan pesan mendalam bagi para guru di Lampung Selatan, saat pelantikan Kepala Desa di Kecamatan Natar, Selasa,(3/9).

Politisi PDIP itu mengisyaratkan agar masyarakat yang tinggal di Lampung Selatan, menjunjung adat budaya lokal. Caranya kata dia, dapat ditanamkan melalui pendidikan yang diinisiasi oleh pahlawan tanpa tanda jasa, yakni guru.

Orang nomor wahid di kabupaten ini mengaku pernah marah ketika dirinya mendapati kapur sirih yang disuguhkan ditengah tarian sigekh pengunten, digantikan oleh permen. Dari pengalaman tersebut ia tak mau lagi menemukan hal semacam itu, kelesatrian adat budaya mesti dipelihara secara utuh dan itu sudah final.

BACA :  Nanang Janji Support Pelaku UMKM

“Saya sempat marah waktu itu, kenapa kapur sirih diganti permen, padahal leluhur kita dulu berjuang untuk memuliakan tamu dengan kapur dan sirih,” kenangnya bercerita didepan masyarakat Natar.

Nanang pun berpesan kepada seluruh sekolah di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) untuk kembali fokus terhadap muatan lokak baik bahasa daerah maupun budaya serta adat istiadat leluhur terdahulu. Waning itu tentu menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Dinas Pendidikan Lampung Selatan.

Menurutnya, muatan lokal tersebut merupakan tugas para guru untuk kembali mengingat sejarah, mengajarkan kebudayaan lokal kepada murid-murid. “Ini merupakan tugas dewan guru, ajarkan kepada anak-anak kita tentang budaya indonesia, jangan malah terlena dengan modernisasi,” katanya. 

BACA :  Kewaspadaan Memudar, Sosialisasi Dikencangkan!

Mantan Kades Waygalih itu mengaku sangat menghargai kesakralan budaya. “Saya tekankan lagi, guru agar mengajarkan serta menanamkan budaya lokal kepada muridnya serta menanamkan jiwa nasionalisme,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Lamsel Burhanudin mengatakan, pelajaran muatan lokal khususnya bahasa daerah dan budaya lokal memang telah dihimbau oleh pihaknya menjadi salah satu fokus sekolah bahkan hingga tingkat PAUD. “Anak usia dini juga dikenalkan tentang budaya lokal, nanti akan kami buatkan semacam himbauan kepada seluruh sekolah,” pungkasnya. (kms)