Nanang Turun Tangan Cari Penyebab Banjir di Rangai

738

Tiga Perusahaan Semen Dapat Teguran

KATIBUNG – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto turun tangan mencari penyebab banjir yang melanda warga Desa Rangai Tri Tunggal, Kecamatan Katibung.

Orang nomor satu di Bumi Khagom Mufakat ini tak kaku turun menuju anak sungai yang disinyalir menjadi pemicu terjadinya banjir diwilayah tersebut.

Inspeksi mendadak itu berbuntut panjang. Sebab PT. Indocement yang dilalui anak sungai itu dianggap kurang peduli terhadap lingkungan sekitar. Bahkan gelagat tidak kooperatif justru diperlihatkan ketika Pemkab hendak bertemu direksi perusahaan guna mencari solusi mengatasi banjir diwilayah itu.

“ Banjir ini kan terjadi akibat aliran anak sungai yang menuju ke laut tersumbat. Sementara alur sungai menuju pantai sebagian ada di perusahaan ini (PT.Indocement) ketika diajak mencari solusi kok tidak kooperatif,” ucap Nanang sedikit kecewa atas sikap direksi perusahaan, Kamis (8/11).

Nanang menegaskan, kunjungan tersebut mencari akar permasalahan yang selama ini menyebabkan banjir dipemukiman warganya. Ia pun mendesak PT. Indocement untuk segera membongkar dan membereskan saluran yang tersumbat yang memicu banjir.

BACA :  Bibir Pantai Ditimbun, Warga Lapor Polda

“ Pemkab tak akan menegur apabila perusahaan peka soal kepedulian lingkungan. Maka kami minta agar perusahaan bekerjasama dengan aparatur desa untuk gotong-royong agar saluran yang tersumbat segera dibersihkan,” tegasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) I Ketut Sukerta mengatakan, terdapat 27 unit rumah yang sempat terendam banjir akibat curah hujan tinggi pada Kamis pagi kemarin.

“ Ada 27 rumah yang terendam banjir tetapi banjir hanya sebentar saat ini kondisinya sudah aman. Banyaknya sampah menyebabkan aliran sungai tersumbat. Tidak ada korban jiwa semua sudah kondusif,” sebut Ketut Sukerta kepada Radar Lamsel.

Selain PT. Indocement dua perusahaan lain yakni PT. Holcim dan PT. Sement Padang juga dapat teguran. Ketiga perusahaan sement ternama di republik ini diminta untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan.

“ Semua mesti ada kepedulian, agar warga Rangai juga merasakan manfaat keberadaan perusahaan jangan ketika ada banjir seolah-olah tak terjadi apa-apa. Padahal pemicunya karena aliran sungai menuju laut tersumbat,” tegas Nanang.

BACA :  Bibir Pantai Ditimbun, Warga Lapor Polda

Pihak PT. Indocement Sugiman mengatakan akan segera mengerjakan instruksi dari Pemkab Lamsel. Sugiman dan jajarannya berjani akan membereskan saluran sungai yang tersumbat bersama warga Rangai Tri Tunggal. “ Kami akan segera membersihkan aliran sungai karena PT. Indocement juga baru pada tahap uji coba,” sebut dia.

Ironisnya, PT. Indocement yang mengaku baru uji coba tersebut sudah melakukan produksi hingga 200 ton per hari. Akibat ketidak kooperatifan mereka (PT. Indocement ‘red) Pemkab Lamsel akhirnya memutuskan untuk mengecek kelengkapan izin yang dimiliki perusahaan.

Kepala DPMPPTSP Martoni Sani menegasakan akan segera menerjunkan tim bersama dengan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) untuk memeriksa kelengkapan izin perusahaan tersebut.

“ Ya, sesuai instruksi pak Bupati besok (hari ini ‘red) kelengkapan izin PT. Indocement akan dicek termasuk izin lingkungan dengan melibatkan BLHD dan mereka (perusahaan ‘red) siap diperiksa,” sebut Martoni. (ver)