Natar Agung Jadi Komoditi Jelang Pilkada

112
Veridial – Balonbup Lamsel Tony Eka Candra memulangkan berkas ke dua parpol yakni PKS dan Golkar, Sabtu (12/10).

KALIANDA – Daerah Otonomi Baru (DOB) Natar dan sekitarnya menjadi komoditik hangat menjelang kontestasi Pilkada Lampung Selatan 2020 mendatang.

Sudah dua Bakal Calon Bupati yang buka suara ihwal rencana pemekaran Natar Agung. Keduanya politikus itu yakni Ketua DPW PAN Lampung, Irfan Nuranda Djafar dan Anggota DPRD Provinsi Lampung Tony Eka Candra (TEC).

Pentolan PAN Lampung itu memang sejak lama mendorong keinginan warga lima kecamatan di Lamsel yang diklaim ingin mewujudkan DOB Natar Agung Tersebut. Demikian pula dengan Balonbup Tony Eka Candra yang menilai dukungan terhadap pemekaran itu perlu diwujdukan apabila masyarakat betul-betul menginginkannya.

TEC tampak mendukung realisasi itu. Sebab dimatanya apabila masyarakat menghendaki maka itu perlu direalisasikan. Sebab Anggaran untuk Lamsel tetap dan anggaran untuk daerah otonomi tersebut juga tetap.

“Terkait DOB kita mendukung. Selama ini pelayanan untuk warga Natar dan sekitarnya juga cukup menyita waktu dan jarak tempuh, kecamatan sebagai perpanjangan tangan Pemkab harus bisa mengcover segala bentuk pelayanan, kalau DOB itu terwujud sejatinya anggaran untuk Lampung Selatan itu tidak akan berubah alias tetap dan justru terfokus. Disisi lain anggaran untuk DOB juga tidak mengusik anggaran di Lamsel,” ujarnya kepada Radar Lamsel, usai menyerahkan berkas di DPD II Golkar Lamsel, Sabtu (12/10).

BACA :  Dukcapil ’Peringatkan’ KPU

Citra pemimpin visioner tampak dalam narasi politik yang dipaparkannya. Salah satu yang menjadi perhatiannya jika dipercaya memimpin Bumi Khagom Mufakat ialah menghapuskan fee proyek serta steril dari jual beli jabatan.

“Formulanya adalah ketauladanan. Itu kunci agar Lampung Selatan bebas dari hal tersebut. Kita tambah tunjangan kinerja para pegawai, agar hal-hal seperti itu bisa dihilangkan secara menyeluruh,” kata Toni kepada awak media, usai menyerahkan berkas di DPD PKS serta DPD II Golkar, Sabtu (12/10).

Dikatakan, buntut dari adanya fee proyek tersebut berdampak pada produk pembangunan yang buruk. Itu bisa ditemui dari banyaknya infrasrtruktur yang belum cukup umur tetapi sudah rusak.

“Siapa yang dirugikan atas semua itu? Rakyat. Keinginan rakyat untuk mendapat jalan bagus dikecewakan dengan produk pembangunan yang gagal akibat adanya fee proyek,” terangnya.

Politisi Golkar ini juga membeberkan, kelak jika dirinya berkesempatan memimpin maka cukup dengan satu periode saja untuk Lampung Selatan lebih maju dari Lamsel saat ini. Ia juga mengisyaratkan masyarakat kurang mampu nantinya cukup membawa KTP untuk dapat pengobatan gratis di RSUD dr. Bob Bazar dan Puskesmas.

“Ada banyak sekali program yang hendak kita realisasikan. Diantaranya jaminan pendidikan untuk masyarakat kurang mampu serta jaminan pengobatan untuk masyarakat yang kurang mampu. Cukup dengan membawa KTP saja,” ungkap Toni.

BACA :  KPU Tetapkan Paslon Tony-Antoni

Masih kata TEC, bahwa Indonesia ada karena kebhinekaan. Karenanya ia juga menaruh perhatian kepada lima marga di Lamsel agar dapat rumah adat masing-masing, juga untuk masyarakat pepadun yang ada di Lamsel.

” Untuk memajukan potensi wisata yang ada di Lamsel juga potensi lainnya, kami berencana membangun dan menyediakan sarana masing-masing rumah adat lima marga serta pepadun. Itu bakal kami wujudkan sebagai bentuk menjaga kelestarian adat budaya lokal,” beber TEC.

Di markas DPD PKS TEC serta rombongan diterima oleh tim penjaringan PKS Lamsel. Disana keduabelah pihak saling bertukar visi misi untuk sama-sama ‘Bangun desa untuk Lampung Selatan lebih jaya’.

Sementara Ketua tim penjaringan Balonkada DPD II Golkar Lamsel, M. Syahroni menegaskan kendati TEC merupakan pentolan Golkar Lampung, namun tim penjaringan yang dipimpinnya tetap akan memberi perlakuan sama dengan pendaftar lain, tanpa mengistimewakan siapapun.

” Perlu kami tegaskan bahwa tim penjaringan Golkar tetap profesional dan menyerahkan ke pusat soal rekomendasi nanti. Artinya siapapun yang mendaftar tetap akan dilihat elektabilitasnya, karena nanti seluruh bakal calon akan di survey soal elektabilitasnya,” ujar M. Syahroni diamini Sekjen DPD II Golkar Lamsel, Syaiful Azzumar. (ver)