ODF Lambat Dapat Atensi

42
Ist - Pose bersama usai lokakarya mini lintas sektoral Puskesmas Sukadamai di Balai Desa Sukadamai, Kamis(3/10).

NATAR – Lambatnya pencapaian Open Defecation Free (ODF) atau prilaku terbebas dari buang air besar sembarangan (Babs) oleh Pusat Kesehatan Masyarakat Sukadamai, menuai sorotan.

Sorotan itu datang dari Camat Natar Eko Irawan. Ia mendesak agar desa binaan dibawah komando Puskesmas Sukadamai segera mensukseskan target ODF.

Sebab, hingga Oktober 2019, masih ada tiga desa lagi yang belum terverifikasi ODF oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Padahal menurut Eko target ODF 100 persen se Kabupaten Lamsel harus rampung tahun ini. “Saya harapkan seluruh desa yang dibawah kordinasi Puskesmas Sukadamai untuk segera mengejar target ODF,” katanya kepada Radar Lamsel usai mengikuti Lokakarya mini Lintas Sektoral Puskesmas Sukadamai, Kamis (3/10).

BACA :  Mayat Berlumur Darah Ditemukan Warga Dekat Pabrik Roti

Menurutnya, ada tiga desa yang belum dinyatakan ODF khusus di areal Puskesmas Sukadamai diantaranya Desa Rulung Raya, Sukadamai dan Purwosari. “ODF sangatlah penting bagi keberlangsungan desa khususnya dibidang kesehatan,” ujarnya.

Eko menambahkan, pihak Puskesmas juga harus aktif dalam membangun komunikasi dengan kepala desa agar target-target yang ingin dicapai bisa cepat terealisasi. “Komunikasi dengan kepala desa harus dibangun dengan baik, bagaimana agar target ODF bisa dicapai dalam waktu dekat,” tekan dia.

BACA :  Kapitasi Puskesmas Hajimena Turun Hingga 4.000 Peserta

Mantan Camat Sidomulyo itu meminta agar satu bulan kedepan sudah ada progres dari ODF itu sendiri di tiga desa tersebut. “Saya minta agar bisa dimaksimalkan kerjanya, karena target inu untuk kebaikan desa sendiri,” pungkasnya. (Kms)

 

BAGIKAN