Ojek manol Dulang Rizki di Panen Padi

44
David Zulkarnain – Sejumlah pemanol sedang mengangkut hasil panen padi di wilayah persawahan Desa Pematang Baru, Kecamatan Palas, Rabu (21/10).

PALAS – Musim panen padi di Kecamatan Palas tak hanya memberikan berkah  kepada petani saja. Penen padi ini juga memberikan rezeki bagi penjual jasa angkutan hasil pertanian.

Salah satunya yaitu Sutono (30), bagi warga Desa Pematang Baru ini musim panen padi bisa memberikan penghasilan tambahan. Di tengah sulitnya mencari pekerjaan di tengah pandemi saat ini.

Sebagai buruh tani, menjual jasa angkutan hasil padi atau biasa disebut manol merupakan pekerjaan musiman yang bisa didapatkan setiap panen padi tiba.

“Sekarang untuk di wilayah Palas sudah mulai dipanen. Biasanya kita kerja diladang dengan upah harian, sekarang jadi tukang manol, mengangkut padi dengan sepeda motor,” ujar Sutono memberikan keterangan kepada Radar Lamsel di sela pekerjaannya itu, Rabu (21/10) kemarin.

BACA :  Harga Jagung Naik di Panen ke Tiga

Pemuda yang akrab disapa Tono ini mengaku, upah dari mengangkut padi tersebut juga cukup tinggi. Untuk satu karung besar padi paling murah dihargai Rp 10 ribu, bergantung jarak tempuh. Dalam sehari ia mampu mendapatkan penghasilan Rp 100 – 200 ribu.

“Upahnya bergantung jarak tempuh, kalau jarak sawahnya ke jalan raya satu kilometer bisanya dibayar Rp 10 ribu satu karung, jika hujan harga bisa naik dua kali lipat karena jalannya becek. Hasilnya lumayan, Mas bisa menambah kebutuhan keluarga,” terangnya.

Limpahan rezeki di musim panen padi ini juga dirasakan oleh Wawan (28), ayah satu anak ini juga tidak ketinggal untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari mengangkut padi tersebut.

BACA :  Ribuan APD Tersalurkan

“Banyak yang mengambil pekerjaan ini kalau sudah musim panen. Bahkan saya sendiri juga mencari penghasilan tambahan di sela bertani,” ungkapnya.

Meski upah yang ditawarkan cukup menggiurkan, namun menurut Wawan, pekerjaan yang banyak diambil masyarakat setiap musim panen padi ini sangat beresiko. Tak jarang, para pemanol harus mengalami cedera lantara terjatuh dan tertimpa padi dengan beban mencapai 100 kilogram itu.

“Upah memang cukup besar, kalau yang panen sudah banyak bisa dapat 300 ribu sehari. Tapi reskonya tinggi,  beban yang kita angkut bisa 200 kilogram. Kalau jatuh resikonya fatal,” punkasnya. (vid)