Omset Pendapatan Pedagang Perlengkapan Sekolah Meningkat

714
Shofyan Apriyansyah – Seorang pedagang seragam sekolah dikiosnya di pasar Desa Sukaraja, Kecamatan Palas sedang melayani pelanggannya membeli seragam sekolah SD, Senin (20/6).

PALAS – Menyambut kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran baru 2016/2017, pedagang perlengkapan sekolah dibilangan pasar tradisional di Kecamatan Palas dan Sragi kebanjiran omset. Banyak orang tua mulai membeli kebutuhan sekolah bagi anak-anak untuk sekolah pada 13 Juli mendatang.
Rata-rata para pedagang bisa menjual alat kelengkapan sekolah hingga 50 persen dari biasanya. Seperti yang dialami Yuliana (40) pedagang perlengkepan sekolah di Desa Sukaraja, Kecamatan Palas dan Toni (35) pedagang di pasar tradisional Desa Kualasekampung, Kecamatan Sragi. Mereka mengaku mengalami kenaikan omset perharinya mencapai 50 persen dari omset biasanya.
“Biasanya perhari saya mendapatkan omset penjualan seragam sekolah sebesar Rp750 ribu, kini omset meningkat mencapai Rp1,2 juta perharinya,” ujar Yuliana, Senin (20/6).
Senada dikatan Toni (35) pedagang sepatu dibilangan pasar tradisonal Sragi. Toni bersukur menyambut aktifitas KBM ditahun jaran baru tahun ini (13 Juli Mendatang’red), dalam satu hari sepatu sekolah daganganya habis terjual mencapai 25 pasang.
“Biasa perhari saya hanya mampu menjual 10 pasang sepatu sekolah, bersukur menyambut tahun jaran baru tahun ini, 25 pasang sepatu habis dibeli oleh pelanggan. Perharinya omset meningkat mencapai 1,5 juta dari biasanya sebesar Rp.950 ribu perharinya,” kata Toni.
Salah seorang pelanggan Emilia (45) mengatakan, dirinya sengaja kepasar untuk membeli kebutuhan KBM anaknya yang baru saja lulus dari bangku sekolah Sekolah Dasar (SD) disalah satu Sd diwilauyah Sragi.
“Saya membeli kebutuhan KBM anak saya untuk persiapan di sekolah barunya nanti di SMP, saat ini saya beru membeli seragam dan sepatu sekolah,” kata salah seorang ibu warga Desa Sukapura, Kecamatan Sragi itu.(yan)

BACA :  Tiga Kecamatan di Semprot Desinfektan