Omset Penjualan Genteng dan Batu Bata Menurun

166
Shofyan Apriyansyah – Pengrajin genteng dan batu batu bata di Desa Sidoreno, Kecamatan Waypanji, menunjukan stock genteng dan batu batanya menumpuk, karena sepi pembeli, Selasa (26/11).

WAY PANJI – Pengrajin genteng dan batu bata di Kecamatan Waypanji mengalami penurunan omset pendapatan. Omset penjualan genteng dan batu bata menurun disebabkan sepinya pemesanan dari para pelanggan.

Misan (45) salah seorang pengrajin genteng dan batu bata di Desa Sidoreno mengatakan, hampir dua bulan belakangan hasil produksi genteng dan batu batanya menurun drastis.

“ Memasuki akhir tahun ini, penjualan genteng dan batu bata saya mengalami penurunan,” kata Misan, Selasa (26/11).

Dikatakanya, biasanya 20 ribu buah genting dengan nilai jual  Rp. 20 juta rupiah hasil kerajinannya habis terjual dalam waktu 2-3 bulan.

“ Terhitung, dua bulan ini dari 20 ribu genting saya hanya mampu terjual sebanyak 5 ribu buah saja,” kata Misan.

Ia menjelaskan, sepinya pemesanan dari para pelanggannya yang sebagian besar petani dipicu oleh menurunya daya beli  akibat mengalami gagal panen padi dimusim kemarau.

“ Pelanggan saya kebanyakan petani, dimusim gadu tahun ini banyak pelanggan saya mengalami gagal panen. Biasanya mereka menyisihkan sebgian hasil penjualan padi untuk membeli genting dan batu bata guna membangun rumah,” jelasnya.

Terpisahnya, salah seorang pengrajin genteng dan batu bata tetangga Misan, Ratam (50) mengakatan, dirinya pun mengalami hal yang sama yakni, mengalami penurunan omset penjualan.

“ Bukan saya saja yang mengeluhkan kondisi penuurunan omset penjulan. Hal ini dialami juga oleh pengrajin genteng dan batu batu disebagian besar wilayah Waypanji,” kata Ratam. (CW2)