Omzet Menurun Pengusaha Ketar-ketir

54
ILUSTRASI

TANJUNG SARI – Berada ditengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini membuat para pelaku usaha kebakaran jenggot, sebab permintaan di pasaran justru semakin berkurang.

Seperti yang dialami oleh pengusaha tahu di Desa Purwodadi Dalam, Kecamatan Tanjung Sari Sugiarto. Dia yang sudah menjalani usaha sebagai produsen tahu selama sembilan tahun itu mengeluh karena permintaan konsumen di pasaran mengalami penurunan.

“Sebelum adanya korona ini, dalam waktu satu hari biasanya saya memproduksi satu setengah kwintal kedelai menjadi 15.000 tahu. Sekarang saya cuma memproduksi satu kwintal kedelai saja,” Ucapnya kepada Radar Lamsel di lokasi pembuatan tahu miliknya Desa Purwodadi Dalam, Selasa (17/6).

BACA :  Pengelolaan Buruk, Granit Indah Terabaikan

Tak hanya permintaan pasar yang menurun saja, dirinya juga mengeluhkan harga bahan baku pembuatan tahu yang mengalami kenaikan. Awalnya, satu kilogram kedelai memiliki harga Rp 6000, sekarang harga kedelai mengalami kenaikan menjadi Rp 7000.

“Harga tahu tetap normal Rp 18.000 cuma harga kedelai yang naik. Saya biasanya memasarkan tahu ini di pasar Tanjung Bintang, Talang Jawa dan Waway Karya. Saya berangkat jam 03.30, biasanya jam 09.00 sudah pulang tapi sekarang sampai jam 11.00,” Pungkasnya.

BACA :  Seremoni ala BKKBN Cegah Stunting

Dirinya berharap pandemi Covid-19 segera berahir, agar penghasilan para pelaku usaha seperti Sugiarto itu kembali normal. “Harapannya virus korona ini cepat berlalu, supaya penghasilan pelaku usaha seperti kami ini kembali kembali normal,” Harapnya.(cw1)