Operasi Batu Proyek Bikin Risau

87
ILUSTRASI

RAJABASA – Kehadiran plang CV. Berlian di Desa Kunjir benar-benar senyap. Tidak ada seorangpun yang tahu sejak kapan plang ini didirikan, dan siapa pemilik dari badan usaha ini. Pemerintah Desa Kunjir pun tak tahu siapa tuan ‘CV’ itu. Wajar, karena pemerintah desa setempat tidak pernah menerima pemberitahuan dari pihak yang mendirikan plang tersebut.

Ternyata bukan hanya desa saja. Pemerintah Kecamatan Rajabasa juga tidak mengetahui siapa pemilik CV. Berlian itu. Camat Rajabasa, Sabtudin, S.Sos bahkan kaget ketika wartawan ini menanyakan informasi tentang CV. Berlian. Sabtudin mengaku tidak tahu jika sudah ada CV yang berdiri di wilayahnya.

“Waduh, enggak tahu,” katanya saat dikonfirmasi Radar Lamsel, Senin (20/4/2020).

Apakah pihak yang mendirikan plang CV. Berlian itu sudah meminta izin dengan Pemerintah Kecamatan Rajabasa? Sabtudin belum bisa menjawabnya.

“Nanti saya konfirmasi. Tapi yang mengeluarkan izin CV itu kalau tidak salah Dinas Perizinan,” ucapnya.

BACA :  Hadapi OPT, Petani Wajib Terapkan 6T

Diberitakan sebelumnya, plang sebuah CV berdiri di lingkungan rumah warga Desa Kunjir. Belum diketahui siapa pemilik plang yang bertuliskan CV. Berlian ini. Pasalnya, Pemerintah Desa Kunjir sampai saat ini belum menerima informasi. Plang badan usaha itu diketahui tidak pernah meminta izin kepada pemerintah desa setempat.

Sebelum pindah ke lingkungan perumahan warga, plang CV. Berlian ini sempat dipasang di sekitar bekas bangunan SDN 2 Kunjir. Bahkan sejak seminggu lalu. Dinas Pendidikan yang tidak mengetahui asal usulnya meminta warga mencabut plang itu. Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Thomas Amirico, S.STP mengatakan pemasangan plang di unit pendidikan itu menyalahi aturan.

“Enggak bisa, itu kan fasilitas pemerintah. Saya sudah minta staf mencabut plang itu, sekarang sudah dipindahkan,” katanya, Sabtu (18/4/2020).

BACA :  Hadapi OPT, Petani Wajib Terapkan 6T

Kepala Desa Kunjir, Rio Imanda, S.H.,M.H. membenarkan jika plang itu berdiri tanpa seizin pemerintah desa. Selama berdiri di sekitar SDN 2 Kunjir sekitar 5 hari lamanya, Rio tak pernah menerima laporan siapa pemilik CV itu. Padahal di sekitar SDN 2 ada tangki warna putih. Artinya CV ini bergerak tanpa tuan.

Informasinya, CV ini juga sudah beroperasi. Aktivitas yang dilakukan yaitu menggali batu boulder di dusun 2, dengan menggunakan 2 unit ekskavator. Rencananya, batu-batu yang dihasilkan itu akan digunakan untuk proyek peningkatan waterbreak di desa setempat. Pekerjaan ini merupakan proyek dari pemerintah pusat.

“Kalau info yang saya dapat begitu. Tapi kurang jelas juga. Kan mereka (pihak CV. Berlian) belum ada yang sowan. Jadi saya tidak tahu sudah ada izin apa belum, tanya saja sama dinas terkait,” katanya. (rnd)