Optimis Lepaskan Belenggu Stunting

27
Optimis Lepaskan Belenggu Stunting

KALIANDA – Pemerintah daerah melalui Badan Perencanaan Daerah (BAPEDA) Kabupaten Lampung Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang perencanaan dan penganggaran program swasembada gizi menunju Lampung Selatan bebas stanting, Selasa (22/9/2020).

Kepala Bappeda Wahidin Amin, menyampaikan, bahwa dalam penanganan penurunan stanting tingkat kabupaten lampung selatan melibatkan tim gugus penanganan stanting, baik dari personil TNI-POLRI hingga ke tingkat desa.

Dengan diselenggarakan nya acara ini mengacu kepada Peraturan Presiden No. 83 Tahun 2017 tentang Peningkatan Kebijakan Strategis Pangan dan Gizi serta Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 1 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Pangan dan Gizi, pencegahan dan penurunan angka stanting di Indonesia dengan target di tahun 2024 di angka 14 persen.

“Lampung Selatan optimis dengan melakukan berbagai cara secara bersama-sama dengan semua pihak yang terintegrasi, dalam hal ini, baik dengan berbagai tindakan turun secara langsung dilapangan yang telah dilakukan oleh duta swasembada gizi kabupaten lampung selatan yang di pimpin oleh ibu bupati dalam menangani penekan dan penurunan stunting” ujar Wahidin.

BACA :  Aparatur Desa Dibina Tingkatkan Tupoksi Kerja

Selain itu, tujuan dari kegiatan ini yakni membangun komitmen bersama antara stekholder terkait untuk penurunan angka stanting secara terintegrasi melalui program swasembada gizi, memantapkan perencanaan dan penganggaran program swasembada gizi menuju kabupaten lampung selatan bebas stanting pada tahun 2023.

Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto mengatakan dalam kondisi dan situasi pandemi ini kita semua masih diberikan kesehatan, untuk itu kita patut bersyukur dan tetap waspada dalam upaya melaksanakan berbagai program kegiatan.

“Meskipun dalam kondisi pandemi saat ini kita tetap berupaya untuk terus dapat mensosialisasikan berbagai program swasembada gizi maupun tentang protocol kesehatan bahaya covid-19 dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga ke desa”, Ucapnya

Sementara itu Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto yang juga sebagai duta swasembada gizi kabupaten lampung selatan, dalam penyampaian nya mengatakan, bahwa Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK).

BACA :  Polres Lamsel Tunggu Hasil Rapid 300 Personelnya

“Kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang berulang, infeksi berulang dan pola asuh yang tidak memadai terutama dalam 1000 HPK. Stunting juga menjadikan lebih rentan terhadap penyakit,” ujarnya

Menurutnya, upaya penurunan stunting dilakukan melalui 2 intervensi, yaitu intervensi gizi spesifik, untuk menyasar penyebab langsung dan intervensi sensitive untuk menyasar penyebab tidak langsung.

“Intervensi spesifik umumnya diberikan oleh berbagai program pada sektor kesehatan yang menyasar penyebab langsung, seperti asupan makanan, infeksi, status gizi ibu, penyakit menular, kekurangan nutrisi dan kesehatan lingkungan,” jelasnya.

Sedangkan intervensi sensitive kata Yarlis, ditujukan melalui berbagai kegiatan pembangunan diluar sektor kesehatan, dengan sasaran adalah masyarakat umum,tidak khusus pada ibu hamil dan balita 1000 HPK dan berkontribusi pada 70% intervensi stunting.

“Kegiatan yang dilakukan antara lain, menyediakan dan memastikan akses pada air bersih sanitasi Layanan Jaminan Kesehatan Nasional, Pendidikan Anak Usia Dini Universal dan Ketahanan Pangan,” jelasnya. (red)