Overload Tegangan Listrik Rugikan Konsumen

439
Gardu listrik didekat RM Simpang Raya Kalianda yang meletupkan api menyebabkan perkatoran, waralaba dan rumah makan disekitarnya mengalami kerugian, Rabu (3/4).

Perkantoran, RM dan Waralaba kena Imbas Tegangan 380 Volt

KALIANDA – Penyebab kebakaran yang menghanguskan server di kantor Samsat Kalianda pada Selasa (2/4) malam dan barang elektronik milik warga akhirnya terungkap.

Tegangan listrik yang idealnya hanya 220 volt mendadak naik menjadi 380 volt. Imbasnya, barang elektronik seperti CPU komputer, Air Conditioner (AC) televisi hingga kulkas yang menyala menjadi santapan atas errornya tegangan listrik PLN.

“ Setelah dikroscek, sumbernya dari travo yang berada di RM Simpang Raya yang mengeluarkan api. Keluar api karena tegangan yang biasanya 220 menjadi 380 volt,” ujar Petugas PLN Kalianda Udin saat mengecek kerusakan di RM Kurnia Baru, Rabu (3/4).

Dilanjutkan, arus listrik tersebut hanya dijumpai mulai dari deretan RM Simpang Raya hingga RM Kurnia Baru. Beruntung, sebut dia, warga dan petugas yang melihat api muncul dari Samsat langsung sigap melakukan pemadaman darurat.

BACA :  Pertaruhan Kredibelitas Penyelenggara Pilkada

“ Kalau tidak cepat dipadamkan mungkin Samsat itu bisa habis. Untuk itu kami imbau kalau memang barang elektronik tidak sedang dipakai sebaiknya dimatikan,” terangnya.

Belum ada kepastian apakah kerugian yang diderita oleh para konsumen PLN itu bakal diakomodir oleh PLN Kalianda atau tidak. Sebab, kejadian ini bukan musibah yang disebabkan oleh bencana alam melainkan persoalan teknsi.

Buyung (38), konsumen PLN mengungkapkan, kerugian yang dideritanya akibat overload tegangan listrik mencapai jutaan rupiah. Tak hanya dirinya saja yang mengalami hal itu, bila dihitung dari Simpang Raya, kata dia, sedikitnya terdapat lima unit RM dan satu waralaba dan dua perkantoran.

“ Kalau Samsat kita nggak tahu kan, yang jelas sumbernya dari travo yang seharunya tidak mengalirkan tegangan yang sedemikian besarnya. Kami sebagai konsumen akan komplain ke PLN, karena ini persoalan teknis bukan karena bencana alam,” ujarnya.

BACA :  Bantuan Stimulus Listrik Diperpanjang hingga Desember

Kasatlantas Polres Lamsel AKP. Reza Khomeini menuturkan, terdapat satu unit CPU diruang server Samsat dan satu unit Air Conditioner (Ac) hangus terbakar.

“ Untuk kerugian belum bisa kita tafsirkan, api berhasil dipadamkan dalam dua puluh menit. Masyarakat memadamkan api pakai ember dan alat pemadam yang terdapat dikantor,” kata dia.

Reza menagatakan, pelayanan di Samsat Kalianda sudah dikoordinasikan dengan Polres dan Dispenda Provinsi untuk melakukan pengecekan. Sehingga pelayanan pada Kamis (hari ini ‘red) diharapkan tidak terhambat.

“ Kita sudah koordinasikan, nanti tim dari provinsi turun mengecek ke TKP. Mudah-mudahan tidak mengganggu pelayanan pada Kamis (hari ini),” (ver)