Padi Puso Dibantu Benih

26
ILUSTRASI

PALAS – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Lampung Selatan mengupayakan bantuan untuk tanaman padi yang mengalami gagal panen akibat terdampak banjir.

Akibat banjir yang terjadi selama satu bulan terakhir, tercatat 1.200 hektar tanaman padi yang mengalami puso. Ribuan hektar tanaman padi ini akan disokong bantuan benih agar petani melakukan penanaman ulang.

Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Bibit Purwanto saat melakukan pertemuan bersama kelompok tani Kecamatan Palas, di Balai Desa Bangunan, Senin (22/1).

Bibit mengatakan, meskipun Lampung Selatan di awal tahun ini tidak memiliki cadangan benih daerah (CBD). Namun, bantuan benih untuk menanggulangi dampak banjir ini akan diusulkan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung.

“Saat ini CBD Lamsel memang tak ada. Namun upaya bantuan benih penangulangan banjir ini akan kita usulkan melalu CBD Provinsi,” ujar Bibit memberikan keterangan kepada Radar Lamsel usai menggelar pertemuan, Senin siang kemarin.

Bibit menjelaskan, hingga saat ini pihaknya juga terus melakukan pendataan luas tanaman padi yang mengalami gagal panen akibat dampak banjir tersebut. Untuk wilayah Palas saja, luas tanaman padi yang mengalami puso telah mencapai 680 hektar.

Sementara untuk keseluruhan di Lampung Selatan, tanaman padi yang mengalami gagal panen sekitar 1.200 hektar.

BACA :  Sekdes dan Kaur Keuangan Pematang Baru Diperiksa 

“Saat ini masih melakukan pendataan luas lahan yeng mengalami gagal panen. Total laporan yang sudah masuk 1.200 hektar, untuk di wilayah Palas saja sudah ada 680 hektar tanaman padi yang mengalami puso akibat banjir,” ungkapnya.

Bibit mengungkapkan, bantuan ini juga diupayakan bisa disalurkan secepatnya agar petani segera melakukan penanam ulang. Untuk satu hektar, sambung bibit, diusulkan menerima 25 kilogram bantuan benih.

“Bantuan ini kita upayakan bisa disalukan secepatnya. Agar petani bisa segera melakukan penanaman ulang,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, bibit juga mengharapkan petani juga bisa mengikuti asuransi usaha tanam padi (AUTP) agar bisa meminimalisir kerugian ketika mengalami gagal panen.

“Kami juga mengharapkan petani bisa mengikuti asuransi AUTP, apalgi yang berada di area banjir. Sehinggan jika gagal panen kerugian bisa diminimalisir,” harapnya.

Di bagian lain, setelah sempat meluap dan merendam pemukiman warga Dusun Umbul Besar, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi selama beberapa hari. Kini luapan Sungai Sekampung mulai menunjukan penurunan.

Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, debit air yang sempat meningkat akibar tingginya curah hujan mulai menurun sejak tiga hari belakangan. Bahkan luapan air sungai yang sempat menggenangi ruas jalan dan mengepung beberapa rumah warga kini telah kering.

Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Desa Bandar Agung, Iskandar mengatakan, debit air Sungai Sekampung mulai menunjukan penurunan sejak tiga hari belakangan. Hal ini terjadi juga disebabkan menurunnya curah hujan selama tiga hari belakagan.

BACA :  Sebab Banjir, Ratusan Hektar Terlambat Tanam

“Kondisi  debit air saat ini sudah menunjukan penurunan yang jauh dari pekan kemarin. Debit air menurun disebabkan curah hujan yang terjadi di hulu sungai sudah mereda dalam tiga hari terakhir,” ujar Iskandar memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, Senin (22/2) kemarin.

Iskandar menuturkan, luapan air Sungai Sekampung yang sempat menggenangi ruas jalan Dusun Umbul Besar dan mengepung beberapa rumah warga sejak 17 Februari lalu, dalam tiga hari ini juga sudah mengering.

“Pekan lalu air sempat merendam jalan dan mengepung pemukiman setinggi 30 sentimeter. Tapi dalam dua hari ini air sudah kering, jalan sudah bisa dilintasi kendaraan,” ungkapnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Kepala Desa Bandar Agung, Samsul Anwar. Meskipun debit air Sungai Way Sekampung sudah menunjukan penurunan. Namun masyarakat diimbau untuk tetap waspada.

Sebab, debit air Sungai Sekampung belum sepenuhkan kembali ke keadaan normal.

“Debit air sekarang memang sudah mengalami penurunan. Tapi Debit air belum kembali normal, air masih deras. Maka dari itu masyarakat Umbul Besar tetap waspada, apalagi saat ini masih musim hujan,” harapnya. (vid)