Pakai Laptop Pribadi Muluskan Operasional Sekolah

130
Plt. Kepala SDN 2 Tejang Pulau Sebesi Zakaria, S,Pd.I

SDN 2 Tejang Pulau Sebesi Ditengah Keterbatasan Fasilitas

Pemerintah Republik Indonesia sejak beberapa tahun terakhir konsen meningkatkan mutu pendidikan mulai dari tingkat yang paling dasar. Sejumlah kebijakan dibuat hingga tingkat daerah agar fasilitas pendidikan lengkap dan memadai. Namun, tidak dipungkiri jika masih banyak sekolah yang butuh perhatian. Seperti Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa yang bisa dikatakan serba kekurangan fasilitas penunjang pendidikan.

LAPORAN IDHO MAI SAPUTRA, RAJABASA

Keberadaan SDN 2 Tejang Pulau Sebuku bisa dikatakan masih seumur jagung. Ya, sekolah tingkat dasar di wilayah kepulauan ini dibangun Pemkab Lampung Selatan untuk memudahkan warga sekitar yang berada di Dusun Segenom Desa Tejang Pulau Sebesi.

Sejatinya, di kawasan kepulauan itu sudah berdiri SDN 1 yang lokasinya berada di pusat pemerintahan Desa Tejang Pulau Sebesi. Tetapi, Pemkab Lamsel menambah jumlah sekolah agar anak-anak yang tinggal di Dusun Sebuku bisa lebih dekat menuju ke sekolah lantaran jarak yang cukup jauh.

Sekitar Bulan Juli Tahun 2018 SDN 2 Tejang Pulau Sebesi mulai beroperasi. Empat lokal kelas dari jumlah keseluruhan sebanyak enam lokal kelas telah diisi oleh siswa pindahan dari SDN 1 Tejang Pulau Sebesi. Ya, anak-anak yang pindah merupakan warga Dusun Segenom yang menjadi lokasi sekolah dasar tersebut.

Selama dua tahun perjalannya bisa dikatakan operasional di sekolah tersebut lancar-lancar saja. Mungkin, karena lokasinya berada di kepulauan jadi jarang dan bahkan tidak pernah ter-ekspos oleh media. Padahal, sekolah tersebut sangat membutuhkan perhatian. Hal ini tidak lain demi meningkatnya mutu pendidikan menjadi lebih baik kedepannya.

BACA :  Kades Kota Guring Mundur

Perhatian dalam tanda kutip tidak lain adaah berupa sejumlah fasilitas penunjang yang masih sangat minim dan ala kadarnya. Salah satunya, adalah laptop atau komputer yang memiliki fungsi cukup krusial. Terlebih, saat ini eranya berada di zaman moderenisasi yang segala urusan pekerjaan berbasis internet.

Ditambah lagi, minimnya tenaga pendidik (tendik) yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebab, disana hanya ada satu tendik berstatus ASN yang menjabat sebagai Plt. Kepala SDN 2 Tejang Pulau Sebesi. Sementara sembilan tendik lain merupakan guru honor yang hanya dibayar dengan nominal jauh dari kata cukup.

Selain itu, ruang kelas yang tersedia juga masih kurang. Sebab, satu lokal kelasnya dipergunakan sebagai kantor guru dan administrasi sekolah. Sehingga, pihak sekolah memberlakukan kelas pararel khusus untuk kelas I dan II.

Saat berbincang dengan Radar Lamsel, Plt. Kepala SDN 2 Tejang Pulau Sebesi Zakaria, S.Pd.I, tidak menampik banyaknya kekurangan disekolah yang dia pimpin. Namun, dia tidak pernah mengeluhkan atas kondisi yang dialaminya selama dua tahun terakhir.

“Selagi masih ada niat untuk belajar, saya yakin semua bisa berjalan. Jadi, sementara ini kita gunakan berbagai solusi gimana sekolah ini bisa terus berjalan sebagaimana mestinya. Tetapi, jika ada bantuan kenapa tidak. Toh ini demi kepentingan pendidikan di wilayah Pulau Sebesi,” ungkap Zakaria di Pelabuhan Canti, Kecamatan Rajabasa, Selasa (25/2) kemarin.

Dia menceritakan, untuk membuat dan mengirim laporan kegiatan belajar mengajar (KBM) selama ini pihaknya menggunakan alat pribadi. Baik itu milik Kepala Sekolah ataupun para tenaga pendidik yang mengajar di sekolah tersebut.

BACA :  Kapal Logistik Ditarik, Kerusakan Belum Ditelisik

“Mau tidak mau semua menggunakan laptop pribadi. Karena pelaporan ke dinas sekarang ini semuanya berbasis online. Maka, kalau memang ada pos anggaran kita difikirkan. Khususnya untuk laptop ini dulu yang sangat mendesak. Karena, dana BOS kita hanya cukup untuk operasional. Gaji guru honor saja hanya Rp200 ribu per bulannya. Untungnya mereka masih mau mengajar membantu saya disini,” kata dia.

Dia berharap, adanya perhatian lebih yang diberikan oleh pemerintah daerah kepada SDN 2 Tejang Pulau Sebesi, khususnya fasilitas penunjang pendidikan. Dengan begitu, urusan kegiatan belajar mengajar serta administrasi pelaporan bisa berjalan dengan lancar.

“Sejauh ini kami tidak pernah mengajukan proposal. Karena, informasi yang kami terima juga sangat terbatas. Maklum, kami berada di wilayah kepulauan. Tetapi, semangat anak-anak belajar ini membuat kami terus semangat,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, yang tidak kalah penting adalah tambahan satu unit kantor guru dan perpustakaan di sekolah tersebut. Sebab, hal itu menjadi bagian yang tak terpisahkan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“Mudah-mudahan, keberadaan SDN 2 Tejang Pulau Sebesi tidak dilupakan karena lokasinya sangat jauh dari pusat pemerintahan. Jangan hanya sekolah yang dekat-dekat terus dapat bantuan ini itu. Kami juga mau dilihat dan diperhatikan. Semua ini demi pendidikan di Lamsel menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya. (*)