Panen di Penengahan Meningkat

49
Randi Pratama – UPT Penyuluh Pertanian, POPT, dan poktan menunjukkan padi hasil ubinan, Senin (25/11/2019).

PENENGAHAN – Wilayah Kecamatan Penengahan mulai memasuki panen raya padi. Panen musim gadu kali ini mengalami peningkatan. Hasil itu diketahui setelah UPT Penyuluh Pertanian, POPT, dan kelompok tani melakukan ubinan lahan padi di Desa Tamanbaru, Kecamatan Penengahan, Senin (25/11/2019).

          Hasil ubinan di musim ini mencapai 8,3 kilogram. Jika dionversi ke ton, maka jumlahnya lebih dari 10 ton lebih per hektar. Musim ini mengalami peningkatan sebanyak 3 ton. Pada musim sebelumnya, hasil ubinan menyentuh angka 6,2 kilogram yang bila dikonversi ke ton maka jumlahnya sekitar 7 ton.

          “Itu hitungan bersih, sudah koefisien koreksi 20 persen. Kalau kotornya 13,2 ton,” kata Petugas POPT Kecamatan Penengahan, Syafruddin, kepada Radar Lamsel.

          Cuaca disebut menjadi faktor pendukung dari peningkatan hasil panen raya musim ini. Selain itu, ada beberapa hal lain yang menjadikan hasil panen kali ini memuaskan. Perilaku petani yang menerapkan budidaya ramah lingkungan juga menjadi faktor meningkatnya hasil panen.

BACA :  Pemerintah Kecamatan Penengahan Siap Mendukung Program Pemkab

“Kemudian pengurangan pupuk kimia, dan peningkatan pemakaian pupuk organik. Petani diuntungkan dari segi operasional karena tanaman padi tidak memakai pupuk seperti biasanya,” katanya.

Dari hasil tersebut, Syafruddin mengatakan bahwa program dem area budidaya tanaman sehat padi atau padi organik mampu menghasilkan padi dengan kualitas yang baik. Hasil panen yang bagus terbantu dengan PH atau keasaman tanah yang netral.

Kepala UPT Penyuluh Pertanian Kecamatan Penengahan, Sutrisno, S.P mengatakan dengan PH netral, tanah bisa bekerja secara maksimal karena bisa mengurai pupuk yang mengendap. Sutrisno, mengaku cukup puas dengan hasil ubinan karena prediksi tak meleset jauh dari perkiraan.

BACA :  Diduga Begal, Dua Pemuda Dihajar Massa

“Jika dilihat dari hasil di lapangan sangat bagus. Ini yang kami harapkan dari program budidaya dem area padi sehat. Kami sarankan petani menerapkan program ini lagi,” katanya.

Libradi, Ketua Poktan Sakin Haga 1, mengklaim hasil produksi padi dem area juga memiliki kualitas yang baik. Jika dibandingkan dengan penggunaan pupuk tanaman padi biasa, jumlahnya sangat berbanding terbalik.

“Pengurangan kimia 90 persen dari budidaya yang biasa. Kalau dilihat dari persentasenya, secara tak langsung memang mengurangi biaya operasional,” katanya. (rnd)

BAGIKAN