Panen Gadu Hasilkan 8,5 Ton Perhektar

744

PALAS – Kemarau yang berkepanjangan, ternyata masih bisa menghasilkan panen padi cukup bagus dan mencapai 8,5 ton perhektar. Inilah yang dialami petani di Desa Bali Agung, Kecamatan Palas ketika musim gadu tahun ini.
Ketua Gapoktan Bali Jaya, Dewa Aji Tastrawan mengatakan, musim kemarau yang melanda dalam beberapa bulan terakhir tidak mempengaruhi petani dalam mengelola tanaman padinya. Dengan upaya keras, mereka berusaha mendapatkan air melalui sumur bor dan bisa menghasilkan panen.
“Kemarau tidak lantas membuat petani kami putus asa dan tidak mau menanam padi. Mereka menggunakan sumur bor milik sendiri dan rutin menyiram tanamnnya. Sehingga hasilnya bisa dirasakan petani dan bisa mendekati panen di musim rendeng,”kata Dewa Aji, Selasa (10/11).
Dewa Aji menambahkan, lahan miliknya seluas satu hektar mampu menghasilan padi sebanyak 8,5 ton. Dimana, keberhasilan itu dilakukannya dengan cara 6 T, yakni tepat waktu, tepat pemupukan, tepat perawatan, tepat pestisida, tepat harga, dan tepat sasaran.
“Kalau dihitung rata-rata, hasil panen paling sedikit 6 ton atau rata-rata 7,5 ton perhektar. Inilah berkah yang bisa kami rasakan dikala musim kemarau. Tentunya ini juga bisa menambah penghasilan kami para petani,”imbuhnya.
Purna (35) salah seorang anggota Gapoktan mengatakan, di Desa Bali Agung tanaman padi seluas 820 hektare dengan luas tanam padi seluas 540 hektar yang bisa ditanami. Sementara lahan seluas 280 hektar oleh petani dibiarkan menganggur.
“Dari lahan seluas 540 hektar yang gagal panen hanya 40 hektar. Selain karena kurangnya air, juga diserang hama tikus. Namun kami masih beruntung, bisa panen dan harga gabah berkisar Rp 5.050,- perkilogramnya,”kaya Purna. (gus)

BAGIKAN