Panen Raya Sudah, Petani Tatap Musim Tanam Baru

88

PENENGAHAN – Panen raya padi pada musim rendeng di Kecamatan Penengahan telah berlalu pada Mei lalu. Hasil panennya sesuai prediksi sebelumnya. Rata-rata hasil panen lahan padi per hektarnya mencapai 6,7 ton. Artinya padi yang dipanen raya mencapai 16 juta ton lebih karena luas lahan yang mencapai 2.400 hektar.

Secara umum panenan padi di musim kali hasilnya cukup memuaskan. Walaupun ada sebagian yang kurang maksimal dikarenakan pada saat menjelang panen tanaman padi dirobohkan oleh angin. Tapi hal itu tidak mengurangi hasil produksi secara umum panenan padi di Kecamatan Penengahan. Ini dilihat berdasarkan ubinan yang diambil di beberapa titik.

BACA :  Dear PT. PP: Rumah Hamzah Langganan Banjir

Saat ini petani padi di Kecamatan Penengahan sudah menatap persiapan lahan baru. Karena saat ini sudah memasuki musim tanam berikutnya di musim gadu. Di beberapa tempat bahkan sudah mulai olah tanah untuk mengejar percepatan tanam lahan. Tepatnya di Desa Pasuruan, dan Desa Ruang Tengah. Ada beberapa yang menjadi perhatian petani di musim tanam sekarang.

Yaitu serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

Berkaitan dengan keadaan itu, POPT Kecamatan Penengahan telah memprediksi jika hama yang bakal muncul adalah wereng dan tikus. Tanda-tanda kemunculan dua hama itu sudah disosialisasikan. Bahkan POPT setempat sudah memberikan rekomendasi kepada petani di wilayah itu.

BACA :  Warga Way Kalam Minta Pelabaran Jembatan Utama

“Supaya petani kita sedini mungkin melakukan antisipasi perkembangan OPT tersebut,” kata POPT Kecamatan Penengahanm, Syafruddin, kepada Radar Lamsel, Selasa (2/6/2020).

Syafruddin mengatakan bentuk antisipasi perkembangan dua hama itu bisa dilakukan dengan gerdal (gerakan pengendalian) OPT tikus. Caranya cukup mudah. Petani tinggal menanam bunga-bunga refugia di sekitar lahan sawah. Syafruddin meyakini jika langkah itu dilakukan oleh petani, maka perkembangan dua OPT itu besar kemungkinan bisa ditekan.

“Karena tujuannya memang untuk menekan perkembangan populasi OPT tersebut. Sebelumnya, petani di sini sudah kami arahkan untuk menerapkan gerdal,” katanya. (rnd)