Pantau Warga yang Mobile ke Wilayah Episentrum

41
Shofyan – Plt. Kepala UPT Puskesmas Candipuro Ahmad Solatan, saat menyampaikan langkah pencegahan penyebaran Covid-19, agar dapat berjalan efektiv, dihadapan peserta Rapat Koordinasi (Rakor), di balai Desa Sidoadsri, Rabu, (16/9), yang dihadiri oleh seluruh Uspika dan Kepala Desa setempat.

CANDIPURO – Pemerintah Kecamatan Candipuro, mengimbau tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 diwilayah kerjanya, bekerja lebih efektiv lagi. Dengan  melakukan pendataan sekaligus pemantauan secara teararah, bagi setiap warga yang diketahui memiliki mobilisasi tinggi ke wilayah-wilayah yang memiliki jumlah kasus Covid-19 yang cukup tinggi.

Camat Candipuro Wasidi, SE mengatakan, langkah pemantauan secara terarah itu dilakukan, dalam rangka melakukan monitoring sejak dini, demi berjalan efektifnya pencegahan serta untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 diwilayah tersebut.

“ Kami meminta kepada tim Satgas Covid-19 di Candipuro, untuk lebih memperketat pengawasan bagi setiap warga di desa. Utamanya, bagi warga yang memiliki mobilisasi tinggi ke wilayah-wilayah yang tingkat kasus Covid-19nya sangat tinggi,” ujarnya saat Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di aula Desa Sidoasri, Rabu (16/9).

Ia juga berharap tim Satgas Covid-19 yang meliputi lintas sektoral ditingkat kecamatan dan desa itu dapat saling bersinergi. Agar lanjutnya, langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah itu berjalan efektiv.

“ Untuk itu kami berharap bagi Satgas Civid-19 yang terdiri dari unsur lintas sektoral kecamatan dan desa ini, mampu bersinergi. Sehingga langkah pencegahan covid-19 di Candipuro berjalan optimal,” pintanya.
Sementara, Plt. Kepala Puskesmas Candipuro Ahmad Solatan menerangkan, ada beberapa langkah atau upaya yang dapat ditempuh, agar pemantauan terhadap warga yang memiliki mobilisasi tinggi ke wilayah episentrum, dapat berjalan efektiv.

Diantarnya ia mengatakan, pertama tim satgas yang terdiri dari semua unsur lintas sektoral di kecamatan dan desa, diharapkan pro aktiv mendata bagi setiap warganya yang diketahui memiliki mobilisasi tinggi ke luar daerah.

“ Seperti contoh bila warga berprofesi seorang sopir, yang sering bepergian ke luar daerah atau wilayah yang memiliki tingkat kasus covid tinggi, maka satgas covid-19 wajib mendata sekaligus memonitoringnya dengan cara berkoordinasi langsung dengan Puskesmas,” katanya.

Sehingga lanjutnya, pihak Puskesmas setempat dapat menentukan upaya-upaya pencegahan covid-19 secara cepat.

“ Dimana petugas Puskesmas nanti langsung turun untuk melakukan monitoring. Bila diperlukan akan melakukan serangkaian tindakan yang dibutuhkan sesuai SOP protokol kesehatan,” pungkasnya.(CW2)