Parah, Pekerjaan SPAM Sisakan Kerusakan

58
Ist - Jalan yang berad tepat di bawah Fly Over Natar terlihat rusak parah pasca galian Pipa sejak satu tahun lalu, hingga kini belum ada pergerakan untuk diperbaiki kembali, Minggu (28/6).

LPKL Minta Perusahaan Bertanggungjawab

NATAR – Mega proyek berlabel Program Strategis Nasional (PSN) ternyata sangat mengecewakan dan merugikan masyarakat. betapa tidak, jalan-jalan yang tadinya mulus kini dibiarkan rusak pasca penggalian pipa Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) sejak tahun 2019 lalu.

Khususnya jalan raya tepat dibawah Fly Over Natar yang terimbas oleh galian pipa milik PDAM Way Rilau Bandar Lampung, hingga kini kondisinya sangat memprihatinkan bahkan sering kali membahayakan pengedara motor.

Seperti yang dikeluhkan oleh salah seorang pengendara sepeda motor Mulyono (38) jalan tersebut sebelumnya beraspal dan kondisinya sangat baik. “Dulu ya aspal hitam, bagus dan tidak berlubang, harusnya setelah ada galian pipa kondisi jalan dikembalikan seperti semula,” ungkapnya kepada Radar Lamsel, Minggu (28/6).

Sementara itu, Kepala Desa Natar Muhammad Arif berharap ada solusi terbaik agar jalan tersebut bisa diperbaiki kembali. “Kami berharap baik itu pemerintah provinsi ataupun kota bandar lampung bahkan pihak PDAM bersama kontraktor bisa bertanggungjawab atas jalan tersebut,” tuturnya.

Disisi lain, Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Lampung (LPKL) Ginda Ansori mengatakan, pembangunan infrastruktur dengan anggaran pemerintah atau swasta mengisyaratkan peningkatan pelayanan masyarakat diberbagai bidang, di Bandar Lampung beberapa waktu lalu ada proyek SPAM yang nilainya Triyunan rupiah. “Harapannya dengan adanya pembangunan jaringan pengadaan air minum untuk masyarakat bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang dialiri oleh jaringan SPAM tersebut. Idealnya, pembangunan jaringan SPAM dilakukan dengan baik karena didukung dana besar,” katanya.

Namun, berdasarkan data dilapangan bahwa diduga proses pengerjaan jaringan sudah dilaksanakan tetapi untuk perbaikan jalan atau trotoar pasca pembangunan jaringan SPAM ditengarai ada pembiaran. “Banyak masyarakat mengeluhkan, kerusakan jalan atau trotoar akibat pembangunan jaringan SPAM tetapi pihak perusahaan nampaknya santai-santai saja dan diduga melakukan pembiaran, mungkin dengan maksud bahwa kerusakan tersebut akan diperbaiki oleh pemerintah daerah setempat, Kita sebagai masyarakat mempertanyakan proses perencanaan proyek ini, karena sudah merusak bangunan yang dibiayai APBD setelah pekerjaannya selesai, trotoar atau jalan tidak dikembalikan seperti sedia kala, hal ini masuk dalam kategori perusakan fasilitas umum,” pungkasnya. (Kms)

BACA :  Anggota F-PDIP Farida, Kawal Program Pemkab