Payung Pawang

266

Akhirnya bukan Korea Selatan yang paling hebat. Pujian dunia lebih banyak diberikan ke Taiwan. Tidak ada topeng rebutan di Taiwan. Sejak awal. Sejak Covid-19 masih belum memiliki nama. 

Dan yang lebih istimewa: Taiwan punya kiat ampuh untuk mencegah kematian berjamaah. Dan itu dilakukan berlawanan sebelum virus datang ke Taiwan. Waktu belum ada kepanikan.

Caranya? Juga data utama: semua rumah sakit punya data lengkap. Mengetahui siapa saja yang punya penyakit terkait dengan pernafasan. Siapa pun yang pernah berobat terkait dengan penyakit itu. Siapa saja yang tingkat sakitnya berat.

Angka-angka itu sangat melampaui. Tidak dianggap benda mati –yang dikubur di rak-rak lemari.

Waktu itu sebenarnya Taiwan masih aman. Tapi sudah tahu: ada wabah di Tiongkok-daratan –yang jaraknya hanya selemparan batu.

Taiwan tidak menyepelekan informasi itu. Data dari rumah sakit dihimpun. Dengan cepat. Mereka yang punya jenis sakit disiapkan untuk persiapan khusus. Terkait diberi tahu: Anda adalah golongan warga yang paling harus waspada.

Masa-masa masih aman digunakan untuk persiapan menyambut kedatangan sang mahkota.

Pada akhirnya Covid-19 di Taiwan golongan paling rentan itu sudah tertangani.

Demikian juga kompilasi kapal pesiar Diamond Princess sempat singgah di Taiwan. Yang dikirim ke kapal itu ber-Covid. Penduduk Taiwan panik.

Pemerintah segera menariknya dengan data: ada 50 lokasi yang ditawarkan besar disinggahi penumpang Berlian Princess. Nama-nama lokasi dibuka secara detail. 

Warga pun percaya waspada: siapa yang terkait dengan lokasi itu harus memberi info ke posko.

Lima belas hari kemudian –ketika heboh Puteri Berlian mengguncang dunia –muncul pengumuman pemerintah Taiwan: tidak satu pun dari 50 lokasi yang ditemukan penderita Covid-19.

Taiwan memang punya lembaga khusus menangani wabah. Lembaga itu permanen – bagian dari lembaga penanggulangan bencana. Itu terbentuk sejak ada wabah SARS 2003. 

Lembaga itu juga punya departemen informasi klarifikasi. Tugasnya memantau pergerakan sosmed. Jika ada informasi yang salah langsung dibahas sambil duduk. Tentang jika ada hoaks. Dalam 24 jam –sebelum misinformasi lebih meluas– sudah ada penjelasan resminya.

Penjelasan itu dibuat menarik. Terkait dalam bentuk meme. Lalu dikirim ke media massa. Juga dikirim ke semua nomor ponsel. Asumsinya: berarti semua warga menerima penjelasan itu. 

Taiwan telah menjadi satu model bersejarah berhasil wabah. Model Yakni “sedia payung sebelum hujan”. 

Model Wuhan yang lain lagi –karena sudah telanjur ada wabah: dikunci . Karena ada hujan maka masuk rumah. 

Model ”sedia payung sebelum hujan” sukses besar. Hanya 380 orang Taiwan yang mengganti Covid-19. Hanya 6 orang yang meninggal. 

Jika data orang yang disetujui tidak disetujui sebelum Covid datang jumlah seminim yang disetujui.

Model Wuhan juga sukses besar –lewat penderitaan besar kuncian . Sudah tidak ada lagi penderita baru –dalam dua minggu terakhir.

Amerika yang membuat dunia geleng-geleng kepala. Negara semodern itu. Sekuat itu. Segagah itu. Sekaya itu.

Jelas, Amerika tidak mau belajar dari Taiwan.

Taiwan memang sohibnya Amerika Serikat. Sudah menjadi bagian dari Amerika.

Ibarat bagian dari sebuah hukum pecah Taiwan dianggap bagian yang paling remeh –upil misalnya.

Taiwan sudah mengembangkan payung sejak hujannya masih di Wuhan. Tanggal 27 Januari 2020 Taiwan sudah melakukan ini: penumpang dari Wuhan tidak bisa keluar dari pesawat. Mereka bertemu dulu. Dites suhunya. Yang bermasalah diisolasi.

Lagi lebih dini lagi. Tanggal 20 Januari 2020 –seminggu sebelum Imlek – Taiwan sudah memberi pengumuman kepada rakyatnya: jangan rebutan topeng. Pemerintah sudah memproduksi lebih banyak topeng.

Di tanggal itu Taiwan telah menyiapkan jutaan masker –44 juta masker operasi dan 1,9 juta masker N95.

Sudah disediakan pula 1.100 ruang isolasi di seluruh RS di sana. Tekanan ruangan negatif yang sudah dilengkapi .

Di awal Februari Taiwan baru bisa produksi masker 4 juta / hari, bulan lalu sudah menjadi 16 juta / hari.

Pemerintah sejak akhir Januari juga sudah mematok harga masker: Rp23.500 / 9 topeng. Juga menyetujui kuota: hanya boleh beli masker untuk keperluan 14 hari.

Distribusi topeng dikuasai oleh pemerintah. Pembeli masker harus menunjukkan kartu anggota asuransi kesehatan –mirip BPJS di sini. Tanpa kartu itu tidak akan dipindahkan. 

Hebatnya, 99,9 persen penduduk Taiwan punya kartu seperti itu. Yang 0,1 persen karena baru lahir –kartunya masih dalam pengurusan.

Bisa juga pesan topeng lewat situs web pemerintah. Dengan harga yang sama. Barangnya bisa diambil di toko terdekat. Seperti toko 7Eleven, FamilyMart, dan sebangsanya. Pembayarannya dilakukan saat mengambil barang itu: Rp. 23. 500/9 topeng. Dengan uang kontan. 

Dari 25 juta penduduk Taiwan yang bekerja di Tiongkok-daratan sekitar 2 juta. Terkait yang berbisnis. Turis Tiongkok-daratan yang ke Taiwan lebih banyak lagi.

Taiwan berhitung: mendung sudah gelap. Sudah menggelayut rendah. Hujan pasti datang. Deras sekali.

Payung harus segera disiapkan –bukan pawang. (Dahlan Iskan)

BACA :  Pemprov Ajukan Pergub Pendanaan Sekolah