Pedagang Diminta Bermufakat

633
Idho Mai Saputra – Bupati Lamsel H. Zainudin Hasan memberikan pemaparan pada pertemuan dengan pedagang Pasar Sidomulyo, di Aula Krakatau Kantor Bupati Lamsel, kemarin.

Soal Polemik Pembagian Kios/los Pasar Sidomulyo

KALIANDA – Pemkab Lampung Selatan meminta para pedagang pasar Sidomulyo Kecamatan Sidomulyo untuk duduk bermusyawarah dan bermufakat menuntaskan polemik pembagian kios secara bijak dan damai.

Permintaan itu diungkapkan Bupati Lamsel H. Zainudin Hasan saat menggelar pertemuan dengan para pedagang pasar Sidomulyo diaula Krakatau Kantor Bupati Lamsel kemarin.

Orang nomor satu di Bumi Khagom Mufakat ini bahkan memberikan tenggang waktu selama satu pekan agar tim dapat menyelesaikan persoalan pembagian kios di Pasar Sidomulyo yang sudah berlarut-larut.

Bahkan Zainudin mengaku akan mengambil langkah tegas dengan menutup pasar jika tidak bisa diselesaikan dengan cara musyawarah dan mufakat.

Pantauan Radar Lamsel, sempat terjadi ketegangan antara dua kubu pedagang pasar yang tidak terima atas hasil pengundian yang dilakukan beberapa waktu lalu. Namun, setelah diberikan arahan dan masukan dari Zainudin, para pedagang sepakat untuk tidak membuat kubu-kubu yang bisa menimbulkan perpecahan.

BACA :  PLN Kalianda Belum Tahu Teknis Listrik Gratis

“Kalau para pedagang masih bersikeras, apa boleh buat. Artinya, bapak-bapak dan ibu-ibu ini tidak ingin diatur oleh pemerintah. Saya minta, kalau ingin diatur ikut aturan pemerintah sebagai pemilik lahan pasar ini,”ujar Zainudin.

Setelah itu, Zainudin membentuk tim formatur yang berjumlah sembilan orang. Tim itu terdiri dari masing-masing tiga orang yang sebelumnya berbeda kubu ditambah dengan tiga orang lagi dari unsur pemerintahan sebagai penasehat.

“Saya berikan waktu satu minggu untuk menyelesaikan persoalan ini. Terserah polanya mau seperti apa diatur dan di musyawarahkan secara mufakat. Kalau tidak bisa dengan cara itu, jalan terakhir di undi. Kalau masih tidak terima lagi, sudah tutup saja pasar itu biar saya laporkan ke BPK dan KPK. Senin depan, kita ketemu lagi,”tutupnya.

Sementara itu, Asisten Ekobang Setdakab Lamsel Ir. Mulyadi Saleh, MM., selaku salah satu tim penasehat mengaku siap kapan saja untuk dilibatkan rapat bersama tim formatur lainya. Dia berharap, terjadi satu kesepakatan antara seluruh pedagang setelah penunjukan tim formatur yang langsung dipilih oleh Bupati Lamsel.

BACA :  PPK-PPS Nonaktif, Nasib Pilkada Tunggu Arahan!

“Kita hapus semua yang sudah terdahulu. Pak Bupati menyarankan dan menunjuk tim formatur sebagai panitia pembagian kios ini dari unsur pedagang. Jika memang masih tidak bisa musyawarah mufakat, artinya memang pedagang tidak mau ikut aturan pemerintah,”pungkas Mulyadi.

Untuk diketahui, tim formatur dari unsur pedagang itu di ketuai oleh Wayan dan Ahmadi selaku sekretaris ditambah empat anggota lainnya. Sementara itu, tim penasehat adalah Staf Ahli Bupati Bidang Ekobang Ir. Erlan Murdianto, Asisten Bidang Ekobang Mulyadi Saleh dan Kepala Dinas Perdagangan dan UKM Drs. H. Edy Firnandi, M.Si.(idh)