Pelabelan Rumah PKH Disetop Dulu

79
Shofyan Apriyansyah – Petugas pendamping PKH Kecamatan Candipuro, bersama aparatur Desa Sinar Pasemah, Sinin 23 Maret lalu, melakukan pelabelan rumah KPM PKH di desa tersebut, akibat Social Distancing kegitan ditunda, sementara.

CANDIPURO – Seiring telah dikeluarkanya penerapan Social Distancing oleh pemerintah demi memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), bukan hanya kegiatan umum atau keagamaan yang terkena dampaknya.

Namun, beberapa program kegiatan pemerintah seperti pelabelan rumah keluarga pra sejahtera penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Sinar Pasemah Kecamatan Candipuro pun ikut terkena imbasnya.

Pasalnya, pelabelan yang semestinya rampung dalam beberapa hari itu, terpaksa tertunda. Lantaran, penerapan penerapan jaga jarak sosial yang diberlakukan oleh pemerintah.

Penjabat Kepala Desa Sinar Pasemah Beni mengatakan, akibat diberlakukanya penerapan Social Distancing dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, pelabelan rumah keluarga pra sejahtera penerima PKH tidak dapat dilanjutkan.

“ Ya, hal ini menyusul telah dikeluarkanya surat edaran pemerintah tentang pencegahan penyebaran Covid-19, maka setiap kegiatan yang melibatkan orang banyak ditunda sementara sampai batas waktu yang ditentukan,” ungkap Beni kepada Radar Lamsel dikantonrnya, Kamis (26/3).

Dijelaskanya, semestinya sesuai jadwal, pelabelan rumah keluraga pra sejahtera penerima bantuan PKH yang digelar pada Senin 23 Maret lalu sudah rampung dilaksanakan.

“ Namun, setelah diberlakukamnya penerapan Social Distancing kegiatan pada hari itu baru menyasar 28 rumah dari 128 rumah KPM penerima bantuan PKH yang telah ditargetkan,” jelasnya.

Sementara sambung dia, setelah dikeluarkanya himbauan pemerintah itu pelayanan masyarakat di Desa Sinar Pasemah tetap berjalan.

“ Ya, sementara pelayanan masyarakat di desa tetap berjalan. Hanya saja semenjak diterapkannya Social Distancing warga yang berkunjung di desa drastis berkurang. Karena warga lebih memilih banyak beraktivitas di rumah dan keluar rumah bila ada keperluan mendesak saja,” kata Beni.

Ia berharap, persolan wabah penyebaran Covid-19 dapat cepat tertanggulangi, agar aktivitas masyarakat kembali normal.

“ Kami berharap upaya pencegahan penyebaran Covid-19 oleh pemerintah ini berjalan optimal sesuai harapan. Agar kami warga dapat menjalankan aktivitas kembali secara normal,” harapnya.

CANDIPURO – Seiring telah dikeluarkanya penerapan Social Distancing oleh pemerintah demi memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), bukan hanya kegiatan umum atau keagamaan yang terkena dampaknya.

Namun, beberapa program kegiatan pemerintah seperti pelabelan rumah keluarga pra sejahtera penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Sinar Pasemah Kecamatan Candipuro pun ikut terkena imbasnya.

Pasalnya, pelabelan yang semestinya rampung dalam beberapa hari itu, terpaksa tertunda. Lantaran, penerapan penerapan jaga jarak sosial yang diberlakukan oleh pemerintah.

Penjabat Kepala Desa Sinar Pasemah Beni mengatakan, akibat diberlakukanya penerapan Social Distancing dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, pelabelan rumah keluarga pra sejahtera penerima PKH tidak dapat dilanjutkan.

“ Ya, hal ini menyusul telah dikeluarkanya surat edaran pemerintah tentang pencegahan penyebaran Covid-19, maka setiap kegiatan yang melibatkan orang banyak ditunda sementara sampai batas waktu yang ditentukan,” ungkap Beni kepada Radar Lamsel dikantonrnya, Kamis (26/3).

Dijelaskanya, semestinya sesuai jadwal, pelabelan rumah keluraga pra sejahtera penerima bantuan PKH yang digelar pada Senin 23 Maret lalu sudah rampung dilaksanakan.

“ Namun, setelah diberlakukamnya penerapan Social Distancing kegiatan pada hari itu baru menyasar 28 rumah dari 128 rumah KPM penerima bantuan PKH yang telah ditargetkan,” jelasnya.

Sementara sambung dia, setelah dikeluarkanya himbauan pemerintah itu pelayanan masyarakat di Desa Sinar Pasemah tetap berjalan.

“ Ya, sementara pelayanan masyarakat di desa tetap berjalan. Hanya saja semenjak diterapkannya Social Distancing warga yang berkunjung di desa drastis berkurang. Karena warga lebih memilih banyak beraktivitas di rumah dan keluar rumah bila ada keperluan mendesak saja,” kata Beni.

Ia berharap, persolan wabah penyebaran Covid-19 dapat cepat tertanggulangi, agar aktivitas masyarakat kembali normal.

“ Kami berharap upaya pencegahan penyebaran Covid-19 oleh pemerintah ini berjalan optimal sesuai harapan. Agar kami warga dapat menjalankan aktivitas kembali secara normal,” harapnya.(CW2)