Pelajar di Way Panji Cuci Tangan Serentak

706
Agus Pamintaher – Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Way Panji, Ny. Isro Abdi didampingi Camat, Kepala UPT melaksanakan cuci tangan secara serentak dalam memperingati Hari Cuci Tangan Se-Dunia, Sabtu (15/10).

WAY PANJI – Memperingati hari cuci tangan se-dunia yang diperingati setiap tanggal 15 Oktober, anak-anak sekolah di seluruh Kecamatan Way Panji melaksanakan cuci tangan serentak di halaman sekolah masing-masing.

Camat Way Panji, Isro Abdi, SE mengatakan, hari cuci tangan se-dunia adalah sebuah kampanye global yang dicanangkan oleh PBB bekerjasama dengan organisasi-organisasi lainnya. Kegiatan dilaksanakan baik oleh pihak pemerintah maupun swasta untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun. Hal tersebut dilakukan agar menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia.

“Hari mencuci tangan dengan sabun Se-dunia diharapkan akan memperbaiki praktik-praktik kesehatan pada umumnya dan perilaku sehat pada khususnya. Kegiatan yang dilaksanakan di Way Panji dan serentak di semua sekolah, ini membuktikan bahwa semua peduli dengan kesehatan,” kata Isro Abdi di SDN 3 Sidoharjo, Sabtu (15/10).

Hal sama dikatakan Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Way Panji, Jamaluddin Malik, M.Pd. Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun sedunia adalah upaya memobilisasi jutaan orang diseluruh dunia untuk mencuci tangan mereka dengan sabun. Inisyatif ini dikumandangkan oleh PPWH, Kemitraan Swasta dan Publik untuk Cuci Tangan (Public Private Partnership for Handwshing) dan didukung oleh PBB.

“Salah satu tujuan dari kampanye ini adalah penurunan angka kematian untuk anak-anak balita akibat diare. Hal tersebut sebagai akibat dari kurangnya akses pada air bersih dan fasilitas sanitasi dan pendidikan kesehatan. Dengan melaksanakan cuci tangan, perubahan perilaku sederhana dapat mengurangi angka kematian yang terkait dengan penyakit diare hingga hampir 50 persen,” ujar Jamaluddin.

Kepala UPT Puskesmas Way Panji, Ni Putu Armiani yang diwakili Promkes, Budi mengaku, kampanye juga dimaksudkan sebagai upaya peningkatan pembangunan fasilitas sanitasi disekolah. Menurut Unicef kurangnya akses air bersih mengakibatkan penurunan tingkat kehadiran anak perempuan disekolah saat mereka memasuki masa puber. Karena tidak adanya fasilitas sanitasi yang memadai.

“Akses air bersih dan sanitasi ditenggarai merupakan dasar penting untuk kehidupan anak-anak diseluruh dunia. Ini bisa dilihat dari segi kesehatan, kelangsungan hidup, dan rasa penghargaan terhadap diri mereka. Penyediaan air bersih dan perilaku sanitasi yang baik disekolah juga menjadi salah satu cara mencapai pembangunan kesehatan,” kata Budi. (gus)