Pelajar SMK Dapat Pelatihan Budidaya Lele dan Patin

486

PALAS – Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI) Lampung memberikan pelatihan budidaya ikan lele dan patin kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Pelatihan budidaya  diberikan kepada siswa SMK 2 Kalianda dan SMK 1 Ketapang di lokasi pengembangan  budidaya lele dan patin di Desa Palas Pesemah, Kecamatan Palas, Jumat (5/10).

Ketua APCI Lampung Aribun Sayunis mengatakan, pihaknya memberikan patihan kepada siswa SMK untuk mengembangkan budidaya ikan lele dan patin di Lampung Selatan dengan mengembangkan teknologi bioflok. “Sebanyak 50 Siswa SMK mendapatkan pelatihan. Mereka diberikan wawasan tentang teknologi pengembangan ikan lele dan patin secara bioflok,” kata Aribun kepada Radar Lamsel.
Aribun menjelaskan, teknologi pengembangan secara bioflok merupakan sebuah teknologi rekayasa lingkungan dengan memanfaatkan mikroorganisme dan suplay oksigen yang dinilai mampu menambah jumlah produksi ikan lele dan patin.
“Dengan teknologi ini akan mampu meningkatkan jumlah produktivitas hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan budidaya menggunakan konvensional,” ucapnya.
Perbandingannya, lanjut Aribun, jika pengembangan secara konvesional dalam ukuran satu meter kubik air mampu menampung 100 ekor ikan. Sedangkan dengan teknolgi bioflok mampu menampung 500 – 1.000 ekor, disisi lain masa panen juga lebih cepat.
“Masa panennya juga lebih cepat hanya membutuhkan 100 hari. Sedangakn pengembangan konvensional membutuhkan waktu 130 hari. Itu disebabnya teknologi bioflok ini mampu meningkatkan nilai kepakanan pakan,” terangnya.
Dengan adanya pelatiha tersebut, Aribun berharap dapat membuka wawasan dan mampu memberikan  lapangan kerja bagi para siswa SMK tersebut.
“Ditengah semakin tingginya permintaan, harapan saya dengan adanya pelatihan ini akan mampu memberi wawasan dan akan menjadi peluang kerja untuk mereka kedepannya,” harapnya. (vid)

BACA :  Pendefinitipan Nanang Disebut Bertele-tele
BAGIKAN