Pelaku Usaha Dukung Pemerintah Daerah Bentuk Forum CSR

160
Forum CSR
TELUK PANDAN – Para pelaku usaha yang berada di wilayah zona tiga (Timur) mendukung rencana pemerintah Pesawaran untuk membentuk forum Corporate Social Responsibility (CSR) di kabupaten setempat. 
 
Namun, sejumlah catatan diberikan kepada pemerintah untuk dapat diakomodir seperti memberikan kemudahan dalam mengurus perizinan, memberikan win win dalam program CSR, kemudian adanya persamaan persepsi jajaran pemerintah di tingkat bawah terkait rekomendasi perizinan.
 
Seperti yang disampaikan perwakilan dari PT. Indocom, Ari Kukuh yang sangat mendukung langkah pemerintah membentuk forum CSR.
 
“Saya sangat mendukung apa yang menjadi harapan pemerintah daerah,” ucapnya.
 
Senada dikatakan perwakilan dari Tegal Mas Resort Soleh yang pada prinsipnya sangat mendukung adanya wadah bagi pengusaha untuk mengkoordinir program CSR.
 
“Untuk program CSR, kami sudah melakukan itu untuk wilayah sekitar kami. Dan mendukung pemerintah daerah untuk membentuk forum CSR. Tentuya kami sebagai pelaku usaha menginginkan apa yang kita lakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
 
Selain itu, imbuhnya, koordinasi juga diperlukan antara pelaku usaha wisata dengan pemerintah. Seperti pelayanan  kepada pengunjung wisata sehingga rasa nyaman dapat dirasakan bagi wisatawan baik lokal maupun wisatan nusantara.
 
“Kami juga berharap ada koordinasi antara pelaku usaha dengan pemerintah daerah,” ungkapnya.
 
Sementara, Owner Villa Gardenia Lisa Silawati menuturkan bahwa perlu adanya pemikiran yang sama antara Bupati hingga jajaran pemerintah ke tingkat bawah. Kemudian bagaimana pariwisata di Pesawaran tidak hanya “menjual” keindahan pemandangan, melainkan juga melestarikan kearifan lokal khususnya budaya Lampung.
 
“Sebagai pengusaha tidak terlepas dari cashflow, kami juga memperhitungkan biaya tenaga kerja dan operasional. Termasuk kemudahan  pengurusan perizinan, dan kami juga menginginkan agar aman dan nyaman dalam menjalankan usaha. Kami juga berharap alangkah lebih baiknya menonjolkan kearifan lokal khususnya budaya Lampung,” pungkasnya.
 
Menanggapi masukkan dan sumbang saran dari pelaku usaha tersebut, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan saat ini jajarannya terus membenahi kaitan dengan proses perizinan. 
 
“Seperti kantor perizinan satu pintu saat ini belum memiliki kantor yang representatif. Selain itu dari segi sistem juga sudah berbasis IT. Dan,  pemerintah daerah Kabupaten Pesawaran terus berupaya membangun akses pariwisata, infrastruktur, pelayanan dan fasilitasnya. Seperti dermaga eksklusif yang sedang di upayakan,  sehingga polanya tersistem dengan baik, termasuk terminal pioneer.
 
“Saya menginginkan wisata halal di Pesawaran, tidak ada diskotik dan minuman keras . Kalau cafe boleh, dan setiap pelaku usaha juga dapat menyediakan tempat ibadah,” tandasnya. (Esn)