Peledakan Batu PT.ASSG Teror Penduduk

105
Shofyan – Kepala DLHD Lamsel Feri Bastian bersama Tim, didampingi Uspika Kecamatan Sidomulyo, berkomunikasi langsung dengan petugas Humas PT. ASSG, dilokasi penambangan batu di Gunung Kembar, Dusun Sudul, Desa Sukamarga, Kecamatan setempat, Rabu (1/7/2020).

Rumah, Masjid, Musala dan Sekolah Retak

SIDOMULYO – Aktivitas balsting atau peledakan batu oleh PT. Abadi Sakti Sukses Gemilang (ASSG) benar-benar sukses meneror warga Dusun Sudul, Desa Sukamarga, Kecamatan Sidomulyo.

Sebanyak 42 rumah di dusun itu dikabarkan mengalami keretakan pada bagian dinding. Begitu juga dengan fasilitas umum seperti Masjid, Musala hingga SDN2 Sukamarga turut mengalami keretakan sejak perusahaan tambang batu itu melakukan blasting di Gunung Kembar, yang berada di dusun tersebut.

Kepala Desa Sukamarga, Siadiantori, menjelaskan aktivitas peledakan batu di desanya itu sudah lama dikeluhkan warga sekitar. Karenanya, pihak desa memutuskan untuk berkoordinasi dengan Uspika Sidomulyo dan Pemkab Lamsel agar teror blasting itu tak lagi meresahkan warga Dusun Sudul.

” Dalam isi laporan warga secara tertulis kepada pihak desa, warga menginginkan persoalan tersebut dapat dicarikan penyelesaian nya,” ujarnya kepada Radar Lamsel, Rabu (1 Juli/2020).

Sebab semenjak PT. ASSG beroperasi pada tahun 2017 silam, aktivitasnya sangat dikeluhkan warga sekitar. Puncaknya, pada Minggu 28 Juni lalu 2020 sekitar pukul 10.30 WIB, ketika PT. ASSG melakukan blasting disertai dentuman keras yang merusak rumah warga dan fasilitas umum.

“ suara dentuman dan getarannya sangat terasa sampai kepemukiman warga. Disusul dinding rumah mereka retak-retak. Warga menduga kuat, retaknya dinding rumah mereka,  akibat aktivitas blasting yang dilakukan oleh PT.ASSG. Kami berharap Pemkab Lamsel dapat mencarikan solusianya,” ujar Sidiantori.

BACA :  Hanya Rp 30 Juta, Ganti Rugi Blasting Ditolak!

Menindak lanjuti keluhan itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tak bergeming. Rabu kemarin, Tim dari Pemkab Lamsel yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD), Sat. Pol. PP dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan perizinan Terpadu satu Pintu (DPMPPTSP), terjun langsung ke lokasi untuk memantau langsung kebenarannya.
Kepala DLHD Kabupaten Lampung Selatan Feri Bastian mengatakan, kedatangan pihaknya bersama rombongan, di dusun Sudul, Desa Sukamarga, Kecamatan Sidomulyo, bertujuan menindak lanjuti keluhan warga setempat terkait aktivitas blasting (peledakan) di gunung Kembar di Desa setempat, yang dilakukan oleh PT. ASSG yang merupakan perusahaan pelaksana dari PT. Optima Nusa Tujuh (ONT), di kawasan PTPN7.
” Di mana, warga menduga kuat, akibat aktivitas blasting yang dilakukan oleh PT. ASSG di gunung Kembar Desa setempat, getaran blasting berdampak sampai kepemukiman warga dan merusak puluhan rumah warga serta fasilitas umum di Dusun Sudul, Desa Sukamarga, Kecamatan Sidomulyo,” ungkap Feri Bastian saat memberikan keterangan kepada Radar Lamsel di lokasi, kemarin.
Hasil pemantauan di rumah warga, memang benar kondisi puluhan rumah warga didapati dinding bangunan rumah mengalami retak-retak.

” Kami sudah cek memang benar puluhan rumah warga mengalami retak bagian dinding bangunan. Menurut keterangan warga di lokasi, pada Minggu 28 Juni lalu sekitar pukul 10.30 WIB, PT. ASSG melakukan aktivitas blasting, di mana enam kali suara dentumannya sangat keras. Dan getaran sampai ke pemukiman warga. Menurut keterangan warga pada saat itu, rumah mereka bergetar dan disusul dinding rumah mereka mengalami keretakan,” jelas Feri Bastian.
Namun demikian, untuk sementara pihaknya belum dapat menarik kesimpulan. Lantaran penyelesaian persoalan tersebut harus melalui prosedur yang benar, dengan melibatkan unsur terkait, baik dari Pemkab  Lamsel, pihak Perusahaan dan masyarakat terdampak.
Bila mengacu kepada Undang-Undang No. 40 pasal 74 tahun 2007, perusahaan yang menjalankan kegiatan usahanya dibidang dan atau berkaitan dengan Sumber daya Alam (SDA), maka wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Bila pihak perusahaan tidak mengindahkan UU tersebut maka akan ada konsekuensinya.
” Meski begitu, sementara kami belum dapat menarik kesimpulan. Namun yang jelas, kami telah sampaikan persoalan ini kepada pihak humas perusahaan, kami akan menjembatani terkait penyelesaian persoalan ini. Dalam waktu dekat, baik Pemkab Lamsel, pihak perusahaan, dan unsur terkait akan duduk bersama guna mencari win-win solution,” tutupnya.

BACA :  Evaluasi KBM Daring, Wali Murid Ingin KBM Tatap Muka

Sementara, petugas pengawas pekerjaan dari pihak perusahaan bernama Alam mengatakan, dirinya akan menyampaikan terkait persoalan tersebut kepada pihak perusahaan.“ Ya, kita akan sampaikan persoalan ini kepada pihak perusahaan,” kata dia. (CW2)