Pemanggilan Sukses Gelar Silaturahmi Muli-Mekhanai se-Lampung

319
Kades Pemanggilan Pulung Andri (Dua dari kiri pembaca) berpose bersama pemuka adat lampung serta Anggota DPRD Provinsi Lampung Raden Muhammad Ismail (Tengah baju silver).

Tampilkan Budaya Asli Lampung

NATAR – Ratusan Muli – Makhanai dari 37 kampung adat atau tiyuh se-Provinsi Lampung mengadakan silaturahmi dalam rangka pelestarian adat istiadat yang hampir punah.

Acara yang bertempat di Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar berlansung dengan hikmad dengan menampilkan berbagai adat asli Lampung sejak pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB, Minggu (24/3).

Hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Provinsi Lampung Raden Muhammad Ismail, Camat Natar Koharudin serta tokoh-tokoh adat senior lampung. 

Acara yang diinisiasi oleh Muli – Makhanai Lampung Bersatu yang terdiri dari adat Lampung Pepadun dan Pesisir yang ada di Provinsi Lampung dengan tema “Jejama Gham Berbudaya, Jejama Gham Berkarya Lampungku Maju Lampungku Sejahtera”.

Rangkaian acara ini dimulai dengan arak-arakan serta diiringi kesenian pencak silat menuju “Nuwa adat” atau rumah adat,  kemudian menggelar tari tradisi dalam Adat Lampung disebut “Nigel”, dilanjutkan berbalasa pantun dan lainnya oleh Muli Makhanai kampung Lampung.

BACA :  Satu Pleton TNI dan Aparat Desa Semprot Disinfektan

Ketua Muli-Makahanai Lampung Bersatu Muhamad Yoki Saputra menuturkan, kegiatan tersebut selain untuk silaturahmi Kampung Lampung juga sebagai ajang melestarikan Adat Istiadat Lampung yang diketahui saat ini semakin kedepan semakin berkurang.

Insya Allah dengan acara ini kita memotivasi dan memberi contoh kepada adik-adik generasi penerus agar terus memajukan dan melestarikan adat istiadat Lampung agar tidak tergerus oleh kemajuan zaman,”ujarnya disela-sela acara.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Pemanggilan Pulung Andri mengatakan, dirinya sangat mendukung acara-acara yang bertujuan menguatkan budaya tersrbut bahkan dirinya sangat mengapresiasi pemuda desanya bisa menjadi tuan rumah yang baik.

BACA :  Bumisari Bangun TPT dan Jalan Rabat Beton 500 Meter

“Memang acara-acara seperti ini harus sering digelar, supaya anak muda asli lampung memahami budaya termasuk pemuda yang bukan orang lampung juga perlu memahami budaya ini,” katanya. 

Sebab, prinsip dimana bumi dipijak disitu bumi dijunjung haruslah tertanam dalam jiwa pemuda pemudi se Provinsi Lampung. “Saya sangat mengapresiasi dukungan masyarakat Desa Pemanggilan juga sangat besar dengan acara ini, semoga acara ini bisa bermanfaat bagi adat istiadat lampung kedepannya,” ungkapnya. 

Ia pun berharap kedepan dengan rutin diadakan acara seperti ini dapat mengembangkan adat istiadat Lampung serta dapat di kenal di Kota-kota lain yang ada di Indonesia. (Adv)