Pembangunan Jalan Rabat Beton di Desa Cugung Diduga Tak Transparan

587

RAJABASA – Hasil pembangunan jalan rabat beton di dusun 1, Desa Cugung, Kecamatan Rajabasa terkesan asal. Hal ini terlihat di permukaan badan jalan tak dikerjakan dengan merata. Hasil pantauan Radar Lamsel, sisi jalan yang dibangun menempel dengan drainase itu banyak mengalami keretakan.

Bahkan, ada beberapa bagian jalan tak menempel dengan drainase. Padahal, secara keseluruhan jalan rabat beton yang dibangun dengan menggunakan dana desa (DD) ini menempel dengan drainase. Selain itu, ada masalah lain dalam proses pembangunan jalan rabat beton ini, sebab tak ada papan informasi mengenai proyek jalan itu.

Alhasil, masyarakat setempat tidak mengetahui berapa anggaran dan waktu pengerjaan jalan rabat beton itu. Padahal, papan proyek tersebut wajib dipasang sebagai sarana informasi bagi masyarakat. Papan itu juga sebagai bentuk transparansi pemerintah desa kepada masyarakat dalam mempertanggung jawabkan anggaran yang digunakan.

“Terus terang, saya tidak tahu berapa duitnya buat ngebangun jalan ini. Kami terima jadi aja, syukur-syukur sudah dibangun,” kata Sim (34) warga Desa Cugung kepada Radar Lamsel, Rabu (12/12).

BACA :  BNPB Minta Huntap Segera Diselesaikan

Selain masalah transpransi, Radar Lamsel juga memperoleh informasi lain seputar pembangunan jalan rabat beton itu. Dalam proses pembangunannya, Pemerintah Desa Cugung sempat melakukan penimbunan yang tanahnya diberikan oleh warga.

“Ya, mereka minta (tanah) dengan warga. Katanya buat nimbun, mau bikin jalan. Warga memberikan, toh itu (tanah hibah) untuk nimbun buat bangun jalan kan. Sekarang jalannya sudah bagus, ya alhamdulillah,” katanya.

Di lokasi itu, hanya terpasang dua papan informasi proyek pembangunan talud penahan tanah (TPT) di dusun 1, RT 1 ini. Namun, ada sedikit kejanggalan dalam papan proyek tersebut. Kedua papan informasi itu sama-sama membangun TPT, lokasi pengerjaan di dusun 1, RT 1. Masing-masing TPT memiliki volume 250×0.7×0.25 m, dengan anggaran sebesar Rp63.236.000,-.

BACA :  BNPB Minta Huntap Segera Diselesaikan

Papan informasi kedua dipasang di gubuk, tepat di jalan rabat beton itu. Papan ini juga menyampaikan kegiatan pembangunan TPT di dusun 1, RT 1, dengan volume 150×0.7×0.25 m yang menelan anggaran sebesar Rp38.541.000,-. Jika ditotal secara keseluruhan, maka TPT ini memiliki panjang 400 m.

Panjang TPT ini sempat disoroti juga oleh masyarakat. Pasalnya, masyarakat menilai total panjang TPT yang dibangun itu tidak sesuai dengan di lapangan. “Dalam satu titik kok ada dua papan informasi. Kalau memang sejenis dan satu lokasi, kenapa papannya dibedakan,” katanya.

Radar Lamsel mencoba mengkonfirmasi hal tersebut kepada Kepala Desa Cugung, Ali Muhaimin. Namun sayang, nomor yang bersangkutan tidak aktif. Hal ini bukanlah perkara yang aneh, sebab, Ali Muhaimin memang dikenal sebagai kepala desa yang sulit dihubungi karena memiliki hobi menonaktifkan telepon genggamnya. (rnd)