Pemdes Sukaratu Membangun Desa Demi Masyarakat

418

KALIANDA – Pemerintah Desa (Pemdes) Sukaratu, Kecamatan Kalianda terus berupaya membangun desa demi mensejahterakan masyarakat. Sejak digelontorkannya program Dana Desa (DD) oleh pemerintah pusat, berbagai program pembangunan di desa itu saat ini sudah terlihat nyata.

Jalan-jalan lingkungan diwilayah dusun I, II, dan III di desa itu yang tadinya hanya berupa tanah dan bebatuan kini telah berubah menjadi mulus dengan telah dibangunnya jalan rijid beton.

Selain itu, bangunan kantor desa yang selama ini tidak pernah tersentuh oleh pembangunan, kini telah terlihat rapih dengan beratapkan baja ringan dan berlantaikan keramik. Bahkan sejumlah jembatan/gorong-gorong, serta drainase pun kini telah terbangun di wilayah desa tersebut.

Itu semua terwujud berkat adanya kerja keras dan upaya pemerintah desa dan peran serta masyarakat desa setempat yang ingin menjadikan Desa Sukartu lebih maju dan sejahtera dari tahun-tahun sebelumnya.

Pembangunan yang berkualitas serta memberdayakan masyarakat secar adil dan merata, itu memang menjadi komitmen para aparatur Desa Sukaratu dibawah kepemimpinan Kepala Desa Herliyanto. Buktinya, sejak mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat melalui program DD sejak tahun 2016 lalu, berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa itu benar-benar terbukti terlaksana dengan baik.

Kini hasil pembangunan yang telah dilaksanakan oleh aparatur desa terbukti memberikan dampak yang postif bagi warga masyarakat di Desa Sukaratu maupun masayarakat lainnya.

BACA :  Praktik Kotor Pengecor, Disdagperin Diam

Kepala Desa Sukaratu Herliyanto menjelaskan, semua pembangunan yang dilaksanakan di desa yang dipimpinnya saat ini, didanai oleh program dana desa dan alokasi dana desa baik yang direalisasikan di tahun 2016 lalu maupun tahun 2018.

“Kami selaku Pemerintah Desa Sukaratu berharap, semoga hasil kerja nyata yang telah kami dilakukan, benar-benar bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat Desa Sukaratu,” ujar Herliyanto saat berbincang dengan Radar Lamsel di Kantor Desa Sukartu, Senin (26/11) kemarin.

Selain direalisasikan untuk pembangunan inprastuktur, lanjut Herliyanto, program DD dan ADD yang diperoleh juga digunakan untuk membiayai kegiatan yang lainnya seperti penyelenggaraan pemerintah desa, kegiatan PKK, pemberdayaan masyarakat, serta penyediaan sarana kebersihan desa (Tempat Pembuangan Sampah, red).

“Kami selaku aparat desa akan terus berjuang membangun Desa Sukartu menjadi lebih maju lagi. Dan kami pun siap menerima saran dan masukan serta kritik dari masyarakat jika terdapat hasil pembangunan yang kami lakukan tidak sesuai dengan aturan dan peruntukkanya. Ini semua kami lakukan demi kemajuan Desa Sukartu hingga dimasa mendatang,” katanya. (iwn)

 

 Jaga Kebersihan dan Kelestarian Desa

Pemdes Sukaratu Bangun Tempat Pembuangan Sampah

KALIANDA – Guna mengatasi persoalan sampah dan menjaga kebersihan serta kelestarian desa, pemerintah desa Sukaratu, Kecamatan Kalianda membangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang bersumber dari program bantuan dana desa.

BACA :  Di RSUDAM Pasangan Tony-Antoni Ikuti Test Psikologi

Kepala Desa Sukaratu Herliyanto mengatakan, persoalan penumpukan sampah rumah tangga di Desa Sukaratu selama ini disebabkan tidak adanya tempat pembuangan sampah sementara sehingga sampah-sampah dari rumah warga ini menumpuk berserakan diberbagai tempat tidak beraturan akibatnya desa terlihat kumuh dan kotor.

“Alhamdullilah sekarang ini Desa Sukaratu sudah terbebas dari tumpukan sampah yang berserakan. Karena kami telah membangun tempat pembuangan sampah berukuran besar untuk menampung sampah-sampah rumah tangga yang dijemput oleh petugas kebersihan desa dari rumah ke rumah,” ujar Herliyanto kepada Radar Lamsel, di Kantor Desa Sukaratu, Senin (26/11).

Dia menuturkan, saat ini di desanya sudah berjalan program menegement sampah yang digagas oleh aparatur desa, untuk memudahkan pembuangan sampah agar teroganisir dari setiap rumah yang dilakukan oleh petugas kebersihan setiap 2 kali dalam seminggu, dengan biaya pengangkutan secara sukarela.

“Artinya, masyarakat tidak kami pungut bayaran, tapi kalau mau bayar secara sukarela ya silakahkan saja. Sebab untuk insentif petugas kebersihan sudah kami tanggung melalui dana desa,” pungkasnya. (iwn)