Pemerintah Kecamatan Penengahan Minta Maaf

37
ILUSTRASI

Beredarnya Data Interaksi untuk Gugus Tugas ke Media Sosial

PENENGAHAN – Pemerintah Kecamatan Penengahan menyampaikan klarifikasi terkait tersebarnya data interaksi 20 orang dengan pasien Covid-19 di desa Taman Baru. Pemerintah Kecamatan Penengahan menyebut ada kelengahan dengan pemberitaan di media sosial terkait surat tersebut.

Padahal, surat yang terkait dengan data nama-nama pernah melakukan kontak dengan pasien Covid-19 itu semestinya hanya ditujukan kepada Dinas Sosial atau tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Lampung Selatan terkait permintaan bantuan isolasi mandiri.

Untuk memperbaiki akibat tersebarnya pemberitaan tersebut, Pemerintah Kecamatan Penengahan menyampaikan permohonan maaf. Khususnya kepada aparat, dan warga desa Taman Baru atas kelalaian tersebut. Demikian keterangan tertulis yang diterima Radar Lamsel, Selasa (15/9/2020).

BACA :  200 Tong Sampah Disebar Pemerintah Desa Gayam

Kedua puluh orang tersebut sudah selesai menjalani isolasi mandiri. Bahkan, puluhan orang yang terdiri dari aparatur, dan warga desa itu sudah menjalani tes rapid di balai desa setempat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan pada Selasa (8/9/2020). Hasil rapid menunjukkan semuanya dinyatakan non reaktif.

“Maka aparat beserta warga desa sudah beraktivitas seperti sedia kala. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan,” kata Camat Penengahan, Erdiyansyah, S.H.,M.H.

BACA :  55 CJH Sudah Diberi Pembinaan

Erdiyansyah mengatakan kondisi di desa Taman Baru sudah normal kembali. Dia meminta masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa.  Namun hal tersebut agar juga tidak mengendurkan kewaspadaan desa taman baru dan desa-desa lain.

“Mengingat ini sedang dalam puncak pandemi,dengan kembali mengaktifkan Satgas Covid-19 desa. Serta meningkatkan kewaspadaan di desanya masing-masing,” katanya.

Pemerintah Kecamatan Penengahan, tegas Erdi, meminta desa menerapkan 3M dalam aktivitas sehari-hari. Yaitu Menggunakan masker, Mencuci tangan selalu, dan Menjaga Jarak 1,5 – 2 Meter. Kemudian memantau pelaku perjalanan yang dri pulau Jawa atau Sumatera Selatan. (rnd)