Pemkab Koordinasikan ke PT. Hiswana

709
ILUSTRASI

KALIANDA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan akan berupaya menanggulangi masalah kenaikan harga jual gas elpiji ukuran 3 kilogram ditingkat pengecer yang terjadi di tiga wilayah kecamatan yakni Kalianda, Palas dan Natar sejak satu bulan terakhir ini.
Upaya itu akan dilakukan pemkab dengan cara ber-koordinasi dengan pihak PT. Hiswana Migas dan PT. Pertamina Panjang, Bandar Lampung, untuk dicarikan solusi menekan harga kebutuhan bahan bakar untuk memasak tersebut.
Hal itu dikatakan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setdakab Lamsel Ir. Erlan Murdiantono kepada Radar Lamsel, di Kalianda, Minggu (25/9).
Erlan menuturkan, pemkab bersama pihak PT. Hiswana Migas dan PT. Pertamina Panjang akan membahas terlebih dahulu soal tingginya harga gas elpiji ukuran 3 kilogram yang terjadi diwilayah Kecamatan Kalianda, Palas dan Natar.
“Nanti akan dicarikan solusinya untuk menekan kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram tersebut. Apakah harus digelar operasi pasar murah (OPM) atau tidak, itu belum bisa diketahui. Karena pemkab akan berkoordinasi terlebih dahulu dangan pihak Hiswana Migas dan Pertamina Panjang,” ujar Erlan Murdiantono.
Diungkapkannya, kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram tersebut memang sudah terjadi ditingkat pengecer sejak satu bulan terakhir ini. Itu diketahui setelah pihaknya bersama Kepala Dinas Pasar dan Perdagangan (DPP) Lamsel, melakukan kroscek secara langsung ke lapangan.
“Setelah kami turun langsung mengecek harga dipasaran, ternyata memang benar terdapat kenaikan harga gas elpiji ukuran 3 kg yang berkisar antara Rp25 ribu-Rp26 ribu per tabung. Namun harga tersebut hanya terjadi di tiga kecamatan saja yakni Kalianda, Palas dan Natar. Sementara untuk diwilayah lainnya rata-rata harganya masih normal yakni antara Rp19 ribu-Rp20 ribu pertabung,” terangnya.
Lanjut Erlan, pihaknya bersama Kepala DPP Lamsel akan melakukan koordinasi dengan pihak PT. Hiswana Migas dan PT. Pertamina, guna mencarikan solusi untuk menekan harga gas elpiji ukuran 3 Kg tersebut.
“Akan kami panggil pihak PT.Pertamina dan PT. Hiswana Migas untuk membicarakan soal tingginya harga gas elpiji ukuran 3 Kg di tiga wilayah kecamatan tersebut. Media juga pasti akan diinformaiskan kalau akan digelar operasi pasar murah,” ucapnya.
Dikatakanya, terkait dengan sulitnya masyarakat untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram di warung-warung kecil selama ini, itu bukan disebabkan adanya pengurangan pasokan dari pihak pertamina.
“Bisa jadi, sedikitnya stok gas elpiji 3 kg yang dimiliki para penjual eceran karena tingginya harga jual dari masing-masing pangkalan,” katanya.
“Kalau menurut informasi dari pihak pertamina, tidak pernah ada pengurangan jatah pasokan di tiap-tiap pangkalan atau agen resmi penjualan gas elpiji ukuran 3 kilogram. Pihak pertamina menyatakan jumlah pasokan masih tetap stabil seperti biasanya,” pungkas Erlan yang tidak mengetahui berapa kuwota gas elpiji yang dipasok pihak pertamina ke wilayah Lamsel. (iwn)

BACA :  Jasa Raharja Hijaukan Areal Masjid Agung