Pemkab Pesawaran Akan Bantu Perbaikan Rumah Warga Sukajaya Lempasing

22
Atap rumah Suripto, warga Desa Sukajaya Lempasing yang porak-poranda di terjang angin kencang.
GEDONGTATAAN – Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui dinas terkait rencananya akan memberikan bantuan perbaikan rumah Suripto, warga Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan yang rusak akibat diterjang angin kencang, Sabtu (20/2) malam.
“Ada dua jenis bantuan, bisa dari Dinas Perkim maupun Baznas. Itu (Baznas) ada dua jenis bantuan, benah dan bedah rumah. Nanti kita akan lihat dulu, apakah bedah atau benah rumah. Pada prinsipnya bisa melalui Dinas Perkim maupun Baznas,” ungkap Pelaksana Harian Bupati Pesawaran, Kesuma Dewangsa, Senin (22/2).
Dikatakan, penyaluran bantuan bedah maupun benah rumah yang bersumber dari Baznas lebih cepat direalisasikan. Pasalnya anggaran bantuan bedah rumah layak sehat (Berkat) program dan Baznas sudah teralokasi.
“Kalau Baznas lebih cepat karena sudah ready anggarannya. Sementara program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ada giliran dan tahapan pengajuannya,” jelasnya.
Bahkan, lanjut Sekretaris Daerah Pesawaran ini, BPKP saat ini sudah melakukan evaluasi terhadap program bantuan sosial yang berkaitan dengan bencana yang dihadiri BPKAD, Dinas Sosial, dan BPBD.
“BPKP ingin melihat sejauh mana manfaat bansos khusus bencana alam. Sejauh mana efektifitasnya, kalau sudah efektif direkomendasikan untuk ditambah kuotanya. Baru hari ini tadi masuk, untuk penilaian belum keluar. Tentunya bantuan sosial khusus bencana yang diberikan sesuai dengan peruntukannya bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.
Sebelumnya, angin kencang yang terjadi pada Sabtu (20/2) malam memporak-porandakan salah satu rumah warga Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan.
Angin kencang yang terjadi sekitar pukul 21.00 wib mengakibatkan rumah Suripto (49), warga RT 06 Dusun 1 Desa Sukajaya Lempasing mengalami kerusakan pada bagian dapur rumah. Atap bagian dapur rumah, bahkan balok kayu terangkat disapu angin yang cukup kencang. Tidak hanya itu, sebagian tembok rumah juga mengalami keretakan dibeberapa titik.
Suripto mengatakan, saat dirinya sedang berada di rumah sendirian, angin kencang yang sudah terjadi dalam dua hari terakhir menerbangkan sebagian atap rumah bagian dapur. Bahkan, balok kayu penyangga atap juga ikut terangkat hingga membuat tembok rumah menjadi retak-retak.
“Iya, atap rumah bagian dapur yang terangkat hingga terlepas. Beruntung keluarga saya sedang tidak ada di rumah,” ungkapnya, Minggu (21/2). (esn)
BACA :  Bupati Peduli, Dinas Kesehatan Dampingi Pengobatan Remaja Penderita Kanker Tulang