Pemkab Pesawaran Peringati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun

496

PADANGCERMIN – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengajak seluruh masyarakat khususnya peserta didik di seluruh sekolah untuk menggalakan cuci tangan pakai sabun. Hal itu bertujuan untuk menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia.

“Besar harapan saya adanya respon positif dari berbagai pihak dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan di Kabupaten Pesawaran,” ungkap Dendi saat menyampaikan sambutan pada kegiatan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sedunia Kabupaten Pesawaran yang dipusatkan di SDN 14 Padangcermin di Desa Sanggi Kecamatan Padangcermin, Jumat (26/10).

Dikatakan, Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia adalah sebuah kampanye global yang di peringati pada tanggal 15 oktober setiap tahunnya dan dicanangkan oleh PBB bekerjasama dengan organisasi organisasi lainnya baik pihak pemerintah maupun swasta untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan pakai sabun dan air bersih mengalir.

“Tujuan dari kampanye ini adalah sebagai upaya peningkatan pembangunan fasilitas sanitasi disekolah,” ucapnya.

Menurut United Nations Childrens Funds (UNICEF), lanjut Politisi Demokrat ini, kurangnya akses air bersih mengakibatkan penurunan tingkat kehadiran siswi perempuan disekolah saat mereka memasuki masa puber, karena tidak adanya fasilitas sanitasi yang memadai. Dimana, dengan mencuci tangan pakai sabun dan air bersih mengalir sangatlah penting, karena tangan melakukan segalanya. Dan beberapa golongan penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) antara lain yaitu penyakit diare, infeksi saluran napas akut (ISPA), flu burung, cacingan dan lain-lain.

“Kegiatan cuci tangan pakai sabun, tidak terlepas dari akses air bersih yang mencukupi,” ujarnya.

Menurut Dendi kegiatan cuci tangan pakai sabun tersebut  termasuk salah satu kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Dimana tercantum pada pilar yang kedua yaitu CTPS. Dan  implementasi cuci tangan yang benar dilaksanakan pada tatanan Rumah tangga, Sekolah, Lingkungan kerja, sarana pelayanan kesehatan dan tempat-tempat umum.

“Hendaknya peringatan HCTPS  bukan hanya sebagai sebuah kampanye aksi kesehatan yang tidak memiliki dampak positif bagi kehidupan sehari-hari. Namun dapat diimplementasikan untuk mewujudkan kehidupan bersih tanpa penyakit. Tentunya butuh proses dan tidak bisa terjadi secara instan, akan tetapi yang terpenting adalah dari kesadaran diri kita sendiri,” harapnya.

Sementara, Ketua TP PKK Pesawaran Ny. Nanda Indira Dendi menambahkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah pilar kedua dari lima pilar yang ada pada program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Meskipun sederhana namun belum banyak yang mau membiasakan diri mencuci tangan dengan benar. Padahal kebiasaan mencuci tangan dengan benar dapat mengurangi resiko terjangkit penyakit diare dan mencegah penuralan penyakit yang lain seperti infeksi kulit penewmonia dan flu burung.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memasyarakatkan perilaku hidup sehat yang diawali dengan mencuci tangan dengan benar,” ujarnya.

Dirinya menyampaikan, sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia, diharapkan kepada masyarakat khususnya para peserta didik di lingkungan sekolah dapat menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun oleh masyarakat.

“Melalui momentum peringatan hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) se-dunia ini diharapkan mampu membudayakan mencuci tangan dengan benar untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya awal peningkatan kesehatan,” tandasnya.(Esn)