Pemkab Pesawaran Terus Tingkatkan Kesetaraan Gender

212
Ilustrasi Kesetaraan Gender

GEDONGTATAAN – Upacara bulanan yang digelar pemerintah daerah pesawaran kali ini terasa berbeda. Ya, upacara bulanan tersebut sekaligus peringatan hari Kartini ke 140 dilingkungan pemerintah kabupaten pesawaran, dengan petugas upacara  dilaksanakan oleh PNS perempuan gabungan dari beberapa OPD.

“Upacara bulanan sekaligus peringatan Hari Kartini ini sebagai wujud rasa syukur atas cita2 dan perjuangan Kartini terhadap emansipasi wanita dalam pembangunan,” ungkap Kepala Dinas PPPA Pesawaran, Binarti Bintang pada Senin (22/4) lalu.

Sementara Asisten II Munzir Zen yang bertindak sebagai Inspektur Upacara,  mengatakan melalui program Pengarustamaan Gender, pemerintah terus berupaya meningkatkan kesetaraan gender dengan memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan dan laki-Iaki dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. 

“Selain persamaan gender, Kabupaten Pesawaran melalui Dinas PP dan PA telah menetapkan kebijakan tentang pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dengan cara pemberdayaan keluarga dan peningkatan kualitas anak, salah satunya dengan melaksanakan kegiatan Bina Keluarga Tenaga Kerja Indonesia,” ungkap Munzir.

Dikatakan, kegiatan bina keluarga TKI di Kabupaten penawaran, telah dilakukan di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Kedondong, Kecamatan Way Lima dan Kecamatan Way Khilau.  Dimana melalui kegiatan bina keluarga TKI itu dapat memberikan kontribusi terhadap tingkat kesejahteraan, terutama untuk menumbuhkan kemandirian dan ketahanan keluarga, diharapkan keluarga yang ditinggalkan tetap utuh serta memastikan anak-anak keluarga TKI tetap terpenuhi hak-haknya dan dilindungi darl aksi tindak kekerasan. 

“Selanjutnya, masalah pencegahan kekerasan terhadap anak. Hal inl menjadi prioritas utama kita, karena anak merupakan generasi penerus bangsa, maka kita harus memastikan mereka selalu berada di tempat yang aman,” ucapnya.

Melihat sejumlah kasus kekerasan yang dialami anak lanjut Dendi justru terjadi dalam lingkungan yang pelakunya adalah orang-orang terdekat mereka. Oleh karena Itu, diperlukan peran aktif keluarga dan masyarakat membangun komunitas yang penuh kasih sayang dan peduli terhadap perlindungan anak.  Dan melalui gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di desa yang diinisiasi sejak Maret 2016.

“Saya berharap keterlibata langsung dari seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan pencegahan kekerasan terhadap anak. Sehingga dapat menekan angka kekerasan terhadap anak perempuan di Pesawaran,” pungkasnya. (Esn)

BACA :  Pemkab Pesawaran Salurkan 2.416 Paket Sembako Kepada Pelaku UMKM