Penangan Banjir Belum Maksimal, Warga Padangcermin Dihantui Banjir

369
Foto Ilustrasi Banjir

GEDONGTATAAN – Antisipasi penanganan banjir khususnya di wilayah Padangcermin yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang  Pesawaran belum maksimal dilakukan. Pasalnya, memasuki musim penghujan, warga Dusun Rawa Subur Desa Padangcermin Kecamatan Padangcermin dihantui bencana banjir yang dapat datang sewaktu-waktu.

Seperti yang diungkapkan Edi Kurniawan warga setempat berharap adanya upaya penanganan antisipasi banjir di wilayah Padangcermin. Mengingat, terdapat sungai besar Way Ratai yang sewaktu waktu dapat meluap ke pemukiman jika tidak ada upaya antisipasi.

“Orang hujan beberapa hari lalu aja kami was was mas. Apalagi sudah banyak tanggul Sungai Way Ratai yang jebol dan belum di perbaiki. Kalau intensitas hujan rata, debit air sangat tinggi dan wilayah kita dataran rendah. Sehingga kami khawatir banjir bisa melanda pemukiman,” ujar Edi Kurniawan, Selasa (26/11)

BACA :  Ketua DPD II Golkar Pesawaran Instruksikan Kader Dukung Petahana

Menurutnya, bronjong yang ada di sungai Way Ratai saat ini merupakan bronjong yang dibangun sekitar tahun 1980 an sehingga banyak yang jebol. Sehingga pihaknya berharap kepada pemerintah pesawaran untuk melakukan upaya mengantisipasi terjadinya banjir di wilayah tersebut. “Sampai saat ini belum ada pembangunan talud maupun normalisasi sungai. Kita berharap ada upaya terobosan dari pemerintah untuk mencegah terjadinya banjir di wilayah kita ini,”jelasnya

BACA :  Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Capai Rp 23 Miliar

Terpisah, anggota DPRD Dapil Padangcermin Umroni bahwa perasaan was-was menyelimuti masyarakat padangcermin dan sekitarnya setiap mulai memasuki musim penghujan. “Kalau sudah hujan, bayang-bayang resiko banjir selalu menyelimuti dan mengintai warga,”ujarnya

Dijelaskan, Kabupaten Pesawaran merupakan zona rawan bencana khususnya bencana banjir bandang. Sehingga diharapkan agar pemerintah pesawaran dapat memokuskan pembangunan terhadap penanggulangan bencana secara komprehensif dan tidak parsial. “Pembangunan jenis apapun akan jadi sia-sia manakala bencana datang. Yang tentunya akan menggerus semua apa yang sudah kita bangun, mulai dari jalan, jembatan, dan lainnya,”pungkasnya. (Rus)