Pencarian 7 Nelayan Dihentikan

42
ILUSTRASI

BAKAUHENI – Basarnas Lampung akhirnya menghentikan pencarian 7 nelayan penumpang KM Puspita Jaya yang hilang di perairan selat sunda. Lembaga pemerintah yang bertugas di bidang pencarian dan pertolongan ini menyerah karena waktunya juga telah habis. Demikian rilis yang diterima Radar Lamsel, Senin (29/6/2020).

“Kita hentikan pencarian sejak Jumat (26/6/2020) lalu. Mulai sekarang, kami alihkan ke pemantauan,” kata Humas Basarnas Lampung, Deni Kurniawan.

Deni mengatakan setidaknya ada 3 titik yang masuk dalam wilayah pemantauan. Utamanya di sekitar Pulau Panaitan, kemudian perairan Selat Sunda, dan terakhir di arah Pesisir Barat Lampung. Basarnas Lampung meminta nelayan di Pesisir Barat Lampung berkoordinasi jika menemukan sebuah informasi.

BACA :  Niat ’Ngecamp’ di Minang Rua Kandas

“Kalau mereka menemukan tanda-tanda, maka akan langsung menghubungi kami. Hal yang sama juga kami lakukan di dua titik lainnya,” katanya.

KM Puspita Jaya mengalami kecelakaan pada Kamis (18/6/2020) lalu. Peristiwa yang membuat kapal itu turut menyeret 16 penumpang. Sehari setelah kejadian itu, Tim Basarnas gabungan melakukan pencarian dan berhasil menemukan 6 orang penumpang. Sehari berikutnya, tim berhasil menemukan 3 penumpang lainnya.

Mereka yang selamat adalah Surja (31), Sanan (35), Dede Juri (24), Aji Alamsyah (24), Ashan, Ako (22), Udi (42), Wawan (25), dan Acuy (25). Pada hari ketiga pencarian, Minggu (21/6/2020) hingga hari ketujuh, Kamis (25/6/2020), proses pencarian oleh tim gabungan tidak menghasilkan apa-apa.

BACA :  Bangun Jalan Penghubung, Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Tertinggal

“Total luas area pencarian selama tujuh hari operasi SAR seluas 1.849,62 NM atau seluas 3425,49624 kilometer, tapi hasilnya masih nihil. Karena itu kita lanjutkan dengan pemantauan,” kata Deni.

Berikut nama-nama korban KM Puspita Jaya yang masih hilang, Jamal (25), Sancan (35), Rasmin (30), Tastirah (50), Suri (50), Boler (30), dan Joni (30). (rnd)