Pencemaran Nama Baik, PSHT Datangi Mapolsek

783
Dok. Radar Lamsel – Ratusan massa Persaudaraan Setia Hati Terate datangi Polsek Sidomulyo lantaran pencemaran nama baik terhadap organisasi yang dilakukan oleh pelaku percobaan perkosaan MR terhadap DI yang masih dibawah umur, Senin (21/8) kemarin.

SIDOMULYO – Kemarin, ratusan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mendatangi Mapolsek Sidomulyo. Penyebabnya, organisasi persilatan itu merasa dicemarkan nama baiknya oleh pelaku percobaan pemerkosaan yang dilakukan MR (15) terhadap DI (14) dengan mengaku sebagai anggota PSHT, padahal pelaku sama sekali bukan bagian dari PSHT.

Ketua Ranting PSHT Kecamatan Sidomulyo Gunawan, mengatakan pelaku sudah mencemarkan nama baik PSHT. Hal inilah yang memicu massa mendatangi Polsek Sidomulyo mendesak agar kasus ini diproses secepatnya oleh Kepolisian.

“Sebagai warga Setia Hati Terate kami merasa dicemarkan nama baiknya oleh pelaku yang mengaku anggota, padahal bukan. Kejadian ini memicu reaksi keras dari tiga ranting PSHT dan kami mendesak agar kepolisian segera memproses secara hukum dengan dua tuntutan, percobaan pemerkosaan dan pencemaran nama baik PSHT,” ujar Gunawan kepada Radar Lamsel, Senin (21/8) di Polsek Sidomulyo kemarin.

Ratusan massa PSHT yang mendatangi Polsek Sidomulyo datang dari tiga kecamatan yakni Way Panji, Sidomulyo dan Candipuro. Massa bahkan mengancam akan datang dengan jumlah yang lebih banyak lagi jika polisi tak segera memproses kasus ini.

BACA :  Gaji Guru Honor Bisa Naik Tapi Tak Seragam

“Ini menyangkut nama baik PSHT, ‘ mamatu hayuning bawono’ semboyan yang artinya ikut menjaga ketertiban dunia. Jadi jangan asal mengaku anggota PSHT,” ketus gunawan.

Kapolsek Sidomulyo, AKP. Busriyanto akhirnya menemui perwakilan PSHT untuk meredam amarah massa. Dari hasil pertemuan tertutup itu Busyriyanto berjanji akan secepatnya memproses secara hukum atas tindakan pencemaran nama organisasi yang berpusat di Madiun Jawa Timur itu.

“Sebelumnya kami sudah mengamankan pelaku berdasar laporan keluarga korban. Namun tanpa sepengetahuan kami si pelaku ini sebelumnya membeberkan keterangan bahwa dia (pelaku red) merupakan anggota PSHT, atas dasar inilah PSHT datang ke Polsek karena merasa pelaku bukan bagian dari PSHT,” terang Busriyanto.

Lebih lanjut Busriyanto menerangkan proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur. Sebab kata dia, pelaku percobaan masih dibawah umur dan calon korban juga masih SMP. “Keduanya masih dibawah umur, korban berusia 14 tahun, dan pelaku merupakan kelahiran 2002. Kami akan proses sesuai prosedur dan kami harap massa tidak terprovokasi,” kata dia.

BACA :  Sensus Penduduk Online, BPS Targetkan 17,8 Persen di Lamsel

Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, percobaan perkoasaan itu terjadi Sabtu (19/8) sekitar pukul 19.00 WIB. Kala itu pelaku berinisiatif menjemput korban dikediamannya Desa Sidomakmur, Kecamatan WayPanji. Untuk memuluskan izin dari orangtua korban pelaku mengaku satu organisasi dengan korban yakni PSHT.

Pelaku berhasil mengajak korban untuk mengadakan latihan rutin yang digelar di Desa Suak Kecamatan Sidomulyo pada Sabtu malam. Ditengah perjalanan tepatnya di Dusun Solo Desa Sidomakmur korban menghentikan laju kendaraanya di area persawahan, disitulah percobaan perkosaan dilakukan, akan tetapi korban yang masih dududk dibangku SMP itu berteriak meminta pertolongan dan pelaku langsung melarikan diri. (ver)

BAGIKAN