Pendakian Gunung Rajabasa Bakal Pakai Tiket

372
ILUSTRASI.

KALIANDA – Kebakaran yang melanda kawasan gunung Rajabasa pada September 2019 lalu membuat UPTD KPH Way Pisang mawas diri. Instansi yang menyelenggarakan pengelolaan hutan ini telah memperketat jalur pendakian. KPH berencana mengarahkan LPHD agar memberlakukan sistem tiket kepada pendaki yang hendak ke gunung Rajabasa.

Rencana ini sesuai dengan proyeksi Desa Sumur Kumbang, Kecamatan Kalianda, yang akan dikonversi menjadi kawasan wisata. Kepala UPTD KPH Way Pisang, Wahyudi Kurniawan, S.Hut. mengatakan bahwa pihaknya mencoba memanfaatkan tiket kepada pendaki pada momentum itu.

“Sekarang wilayah Sumur Kumbang akan menjadi kawasan wisata. Jadi kita harus memanfaatkannya,” katanya kepada Radar Lamsel, Selasa (14/1/2020).

BACA :  Saling Lempar Urusan BLT APBD

Namun Wahyu mengatakan pemberlakuan tiket tidak bisa dilakukan tergesa-gesa. Sebab, ada beberapa kajian yang harus dicermati. Wahyu mengatakan pemberlakukan tiket jangan sampai membebani pendaki. Jadi harga yang ditetapkan harus sesuai dan sewajarnya.

“Jangan sampai tiket itu membebani, sewajarnya. Kan untuk keperluan pengurus, misalnya biaya kebersihan dan lain-lain,” katanya.

Saat ini, sebagian besar jalur pendakian ke gunung Rajabasa melalui Desa Sumur Kumbang. Selain pemberlakukan tiket, pendaki juga akan dibina supaya tidak menimbulkan kerusakan atau kebarakan seperti yang terjadi pada tahun lalu. KPH akan melihat sudah sejauh apa LPHD mempersiapkan penanggulangan kebakaran di hutan

BACA :  Resepsi Pernikahan Belum Diizinkan

“Jadi, pendaki harus diberi penjelasan dulu supaya bisa naik. Kemudian diarahkan ke posko. Kami melakukan hal ini demi keselamatan bersama,” katanya.

Wahyu mengakui ada beberapa jalur lain yang sering digunakan untuk mendaki gunung Rajabasa. Namun Wahyu menganggap hal itu bukan masalah. Tetapi mendaki melalui jalur lain membuat beberapa hal yang dilewatkan para pendaki. Salah satunya keamanan.

“Misalnya ada kawan yang datang, mau mendaki. Kita bisa mengarahkan lewat jalur lain, biasanya seperti itu. Berbeda dengan jalur di Sumur Kumbang yang memang memiliki guide. Kita berbicara safety dan hal-hal yang berkaitan dengan kenyamanan,” katanya. (rnd)