Pendataan Tak Valid, Banyak Warga Belum Dapat Bantuan

398

Pemkab Serahkan Bantuan Bagi Korban Banjir

PENENGAHAN – Pendataan korban banjir yang melanda wilayah Kecamatan Penengahan beberapa waktu tidak valid. Buktinya, saat pembagian bantuan sembako bagi korban banjir di sejumlah desa di Kecamatan Penengahan masih banyak yang tidak mendapatkan.

Total keseluruhan, ada 30 warga yang belum menerima bantuan. Rinciannya 25 warga Desa Kekiling, 4 warga Desa Pasuruan, dan 1 warga Desa Ruang Tengah. Informasi yang dihimpun dilapangan, pendataan yang dilakukan pihak desa saat terjadi bencana banjir hanya bersifat sementara, namun Pemerintah Kecamatan Penengahan sudah melaporkan data yang belum final tersebut.

Dengan demikian, data yang masuk ke Pemkab Lamsel hanya sebagian saja, dan yang belum terdata akhirnya luput dari bantuan Pemkab Lamsel. “data yang kami serahkan hanya bersifat sementara karena pendataan saat itu masih berlangsung. Tapi pihak kecamatan sudah melaporkan data sementara itu ke Pemkab Lamsel. Akhirnya, mereka yang belum terdata tidak dapat bantuan hari ini (kemarin’red),” kata salah satu Kades di Penengahan yang wilayahnya terkena dampak banjir, kemarin.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah mengucurkan bantuan sembako kepada puluhan warga Desa Kekiling, Pasuruan, dan Ruang Tengah, Kecamatan Penengahan, Selasa (11/12). Penyerahan sembako yang digelar di Kantor Desa Kekiling, Tim IV Pemkab Lamsel memberikan bantuan kepada 53 warga desa setempat.

BACA :  55 CJH Sudah Diberi Pembinaan

Usai penyerahan di Desa Kekiling, Tim IV yang terdiri dari Asisten Administrasi Umum Anas Ansori, Kepala BPBD Lamsel I. Ketut Sukerta, Plt. Kepala Litbang Lamsel Syahidi Fatah, Kepala Kesbangpol Lamsel M. Darmawan, Plt. Kadis Kominfo Lamsel Sefri Masdian, Kepala DPTPH Zaylani Bura, dan Kadishub Lamsel Anasrulloh, memberikan bantuan kepada 86 warga Desa Pasuruan dan 30 warga Desa Ruang tengah.

Sementara terkait warga yang belum mendapat bantuan, TIM IV Pemkab Lamsel yang menangani Kecamatan Penengahan dan Palas ini akan berupaya memberikan bantuan kepada puluhan warga itu.

Kepala BPBD Lamsel I Ketut Sukerta mengatakan, bahwa saat ini pihaknya hanya mampu memberikan bantuan dengan jumlah yang ada dalam data. Ketut meminta masyarakat untuk bersabar karena pihaknya sedang mengupayakan bantuan susulan bagi warga yang belum menerima bantuan.

“Kami sedang mengupayakan. Kami mohon masyarakat bersabar, bantuan tambahan sedang diupayakan. Kami harap bantuan yang diberikan oleh Pemkab Lamsel bisa memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan,” katanya.

BACA :  55 CJH Sudah Diberi Pembinaan

Terkait masalah banjir, Ketut menyampaikan solusinya. Ketut meminta masyarakat untuk lebih waspada, serta ikut peduli memperhatikan lingkungan sekitar. Menurut dia, langkah ini perlu diterapkan agar masyarakat bisa meminimalisir peristiwa banjir yang bisa melanda tanpa kenal waktu.

“Itu solusinya, kami meminta masyarakat ikut berperan. Kenapa, karena bantuan pemerintah hanya memberikan dampak sedikit bagi kerugian. Jadi, jika kerugiannya banyak, maka pemkab tidak dapat memberikan ganti rugi seutuhnya,” katanya.

Asisten Administrasi Umum Lamsel Anas Ansori meminta, masyarakat dan desa untuk cepat tanggap dalam menangani bencana. Anas mengatakan, permintaan sesuai dengan instruksi Plt. Bupati Lamsel Nanang Ermanto.

“Pak Nanang ingin semuanya ter-cover, apa pun jenis bantuannya. Ini hanya sekadar tali asih sebagai bentuk kepedulian Pemkab Lamsel kepada masyarakat. Untuk itu, saya minta masyarakat menjaga lingkungan, terutama masalah sampah yang kerap menjadi pemicu timbulnya banjir karena mampet,” katanya. (rnd)